Tak Henti Mewarnai Negeri
Selasa, 30 Juni 2020 - 06:27 WIB
loading...
A
A
A
"Tantangan yang sangat berat adalah ekonomi. Kesenjangan ekonomi yang cukup tinggi. Kesenjangan akan semakin bertambah setelah badai pandemi Covid-19. Jumlah penduduk miskin dan pengangguran semakin meningkat," katanya. (Baca juga: Ditahan di Malaysia 13 Tahun, 2 Putri Sunda Empire Ogah Akui WNI)
Sementara itu, Radhar Panca Dahana menilai pemerintah seharusnya bisa mengantisipasi dan bereaksi atas semua kejadian yang diakibatkan oleh pagebluk Covid-19. Namun, yang terlihat pemerintah malah gugup dalam menghadapi pandemi ini. Karena itu, semua kegugupan, koordinasi, dan penanggulangan yang kurang baik sudah terjadi selama tiga bulan ini harus segera dibenahi. Pemerintah perlu segera memikirkan road map jangka pendek dan panjang untuk menyelesaikan Covid-19.
“Jadi, yang jelas, pemerintah itu harus memiliki gagasan untuk menanggulangi ini, yang tidak ada preseden dan tidak tahu caranya. Belum pernah berpengalaman. Dibutuhkan kekuatan ide bagaimana mengatasi itu,” ucap pria kelahiran 1965 itu.
Dalam pandangan budayawan ini, Indonesia perlu belajar dari negara-negara lain yang sudah mulai keluar dari pandemi Covid-19, seperti Prancis, China, Inggris, dan sebagainya. Presiden dan jajaran kabinetnya harus memberdayakan seluruh masyarakat untuk mendapatkan solusi terbaik.
"Masyarakat saat ini tidak memiliki pilihan yang banyak. Tindakan-tindakan yang dilakukan juga cenderung pragmatis karena jalan keluar yang ada sangat sempit dan sedikit. Kita harus bisa menyelamatkan diri dengan cara yang tersedia dan bisa dilakukan, tidak melanggar hukum, dan lain-lain,” katanya.
Mohamad Sobary mengakui pagebluk corona mencipatkan situasi serbasulit. Untuk mengatasi persoalan tersebut, selain berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kerja keras dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dia menekankan pentingnya kerja sama, saling membantu, dan upaya saling memperkuat di antara seluruh lapisan masyarakat. (Lihat videonya: Bolu Gulung Motif Batik, Oleh-oleh Khas Kota Padang)
Sobary menerangkan, tidak boleh ada unsur yang saling melemahkan, termasuk dari pemerintah. Menurut dia, pemerintah harus dikritik agar bangsa Indonesia makin maju. “Tapi kritik itu harus keluar dari jiwa warga negara yang bertanggung jawab dan rasa yang dalam untuk turut memiliki negeri ini. Kita yang menentukan baik dan buruknya kehidupan negeri kita,” ujar pria asal Bantul, Jawa Tengah, itu. (Abdul Rochim/F.W Bahtiar)
Sementara itu, Radhar Panca Dahana menilai pemerintah seharusnya bisa mengantisipasi dan bereaksi atas semua kejadian yang diakibatkan oleh pagebluk Covid-19. Namun, yang terlihat pemerintah malah gugup dalam menghadapi pandemi ini. Karena itu, semua kegugupan, koordinasi, dan penanggulangan yang kurang baik sudah terjadi selama tiga bulan ini harus segera dibenahi. Pemerintah perlu segera memikirkan road map jangka pendek dan panjang untuk menyelesaikan Covid-19.
“Jadi, yang jelas, pemerintah itu harus memiliki gagasan untuk menanggulangi ini, yang tidak ada preseden dan tidak tahu caranya. Belum pernah berpengalaman. Dibutuhkan kekuatan ide bagaimana mengatasi itu,” ucap pria kelahiran 1965 itu.
Dalam pandangan budayawan ini, Indonesia perlu belajar dari negara-negara lain yang sudah mulai keluar dari pandemi Covid-19, seperti Prancis, China, Inggris, dan sebagainya. Presiden dan jajaran kabinetnya harus memberdayakan seluruh masyarakat untuk mendapatkan solusi terbaik.
"Masyarakat saat ini tidak memiliki pilihan yang banyak. Tindakan-tindakan yang dilakukan juga cenderung pragmatis karena jalan keluar yang ada sangat sempit dan sedikit. Kita harus bisa menyelamatkan diri dengan cara yang tersedia dan bisa dilakukan, tidak melanggar hukum, dan lain-lain,” katanya.
Mohamad Sobary mengakui pagebluk corona mencipatkan situasi serbasulit. Untuk mengatasi persoalan tersebut, selain berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kerja keras dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dia menekankan pentingnya kerja sama, saling membantu, dan upaya saling memperkuat di antara seluruh lapisan masyarakat. (Lihat videonya: Bolu Gulung Motif Batik, Oleh-oleh Khas Kota Padang)
Sobary menerangkan, tidak boleh ada unsur yang saling melemahkan, termasuk dari pemerintah. Menurut dia, pemerintah harus dikritik agar bangsa Indonesia makin maju. “Tapi kritik itu harus keluar dari jiwa warga negara yang bertanggung jawab dan rasa yang dalam untuk turut memiliki negeri ini. Kita yang menentukan baik dan buruknya kehidupan negeri kita,” ujar pria asal Bantul, Jawa Tengah, itu. (Abdul Rochim/F.W Bahtiar)
(ysw)
Lihat Juga :