Dinilai Bukan Marah, Fahri Hamzah Kasihan Lihat Jokowi Frustrasi
Senin, 29 Juni 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu mengaku jika sebenarnya banyak sekali respons tentang cara lembaga Kepresidenan dalam mengelola lembaga negara. Karena, Fahri Hamzah kebetulan mempelajari dan juga hampir dua puluh tahun terlibat di dalam pemerintahan yang memantau dan mengawasi kerja eksekutif.
Pertama-tama, Fahri Hamzah tidak setuju dengan istilah penggunaan rapat sebenarnya. "Dia (presiden) enggak perlu rapat, karena rakyat yang memilih dan dia sendiri di ruang eksekutif itu, dia yang memimpin. Apalagi dalam sistem presidential, ini bukan sistem parlementer," katanya.
(Baca juga: Bertambah 1.082, Kasus Positif Covid di Indonesa Menjadi 55.092)
Dia menambahkan, dalam sistem parlementer, Perdana Menteri (PM) sebagai kepala eksekutif kerap rapat dengan anggota Parlemen. Karena PM dipilih oleh koalisi Parlemen, makanya disebut dengan parlementarisme.
Namun lanjut dia, kalau eksekutif di presidensialisme yang tidak dipilih oleh parlemen, karena dipilih langsung oleh rakyat. Karena itu, tidak perlu rapat, presiden bisa memutuskan sendiri.
"Kalau koordinasi okelah, tapi pada dasarnya meng-entertain istilah rapat di dalam pemerintahan itu menurut saya tidak terlalu perlu, dan buang-buang waktu," ucap mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Pertama-tama, Fahri Hamzah tidak setuju dengan istilah penggunaan rapat sebenarnya. "Dia (presiden) enggak perlu rapat, karena rakyat yang memilih dan dia sendiri di ruang eksekutif itu, dia yang memimpin. Apalagi dalam sistem presidential, ini bukan sistem parlementer," katanya.
(Baca juga: Bertambah 1.082, Kasus Positif Covid di Indonesa Menjadi 55.092)
Dia menambahkan, dalam sistem parlementer, Perdana Menteri (PM) sebagai kepala eksekutif kerap rapat dengan anggota Parlemen. Karena PM dipilih oleh koalisi Parlemen, makanya disebut dengan parlementarisme.
Namun lanjut dia, kalau eksekutif di presidensialisme yang tidak dipilih oleh parlemen, karena dipilih langsung oleh rakyat. Karena itu, tidak perlu rapat, presiden bisa memutuskan sendiri.
"Kalau koordinasi okelah, tapi pada dasarnya meng-entertain istilah rapat di dalam pemerintahan itu menurut saya tidak terlalu perlu, dan buang-buang waktu," ucap mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.