Sejarah Pemberontakan GAM dan Dugaan Keterlibatan Libya

Rabu, 10 Agustus 2022 - 15:45 WIB
loading...
Sejarah Pemberontakan...
Gerakan Aceh Merdeka atau GAM merupakan salah satu gerakan separatis yang pernah melakukan pemberontakan di Indonesia. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gerakan Aceh Merdeka atau GAM merupakan salah satu gerakan separatis yang pernah melakukan pemberontakan di Indonesia. Tujuannya bukan lain adalah melepaskan Aceh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Melihat dari riwayatnya, Aceh memiliki sejarah panjang dalam berbagai konflik yang melibatkannya. Sebelum adanya GAM, pernah muncul gerakan Darul Islam (DI) yang dipimpin oleh Tengku Daud Beureueh pada 1953.

Baca juga : Nyamar Jadi Sopir Pribadi, Jenderal Kopassus Ini Bekuk para Petinggi GAM

Penyebab munculnya gerakan tersebut disinyalir karena kekecewaan masyarakat Aceh atas peleburan Provinsi Aceh ke Provinsi Sumatera Utara. Dalam penyelesaiannya, gerakan tersebut bisa diredam setelah pemberian status istimewa kepada Aceh pada 1959.

Dikutip dari Lib UI, setelah sempat mengalami masa damai, Aceh kembali bergejolak. Konflik muncul setelah Hasan Tiro memproklamasikan kemerdekaan Aceh pada 4 Desember 1976.

Usut punya usut, penyebab konflik ini adalah ketidakpuasan masyarakat Aceh atas penyelenggaraan pemerintahan di Aceh yang didominasi orang Jawa. Selain itu, muncul juga kekecewaan atas eksploitasi sumber daya alam di Aceh yang tidak memberikan kesejahteraan pada penduduk sekitarnya.

Pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, Aceh diketahui hanya menerima 1 persen dari anggaran pendapatan nasional dengan kontribusi 14 persen dari GDP nasional. Padahal, sebagian besar kekayaan alam Aceh banyak diambil pemangku kebijakan.

Sebagai tindakan tegas, Soeharto menyematkan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) pada tahun 1989. Alasannya karena pemerintah mengetahui adanya pasukan GAM yang melakukan latihan militer di Libya dan sudah bersiap untuk perang gerilya.

Dalam sejarahnya, pelaksanaan DOM ini menjadi salah satu operasi kontra pemberontakan terbesar sejak tahun 1960. Operasi Militer ini diketahui melibatkan puluhan batalion pasukan elit yang dimiliki Indonesia.

Sebelumnya, ada dugaan yang mengarah keterlibatan Libya dalam gerakan separatis tersebut. Presiden Libya kala itu Moammar Khadafi diduga membuka pelatihan militer khusus.

Pemimpin GAM yang tertarik akhirnya menghubungi Libya. Setelah mendapat persetujuan, barulah Hasan Tiro melakukan rekrutmen terhadap pemuda Aceh untuk menjalani pelatihan militer di Libya.

Perlahan, pemberontakan GAM mulai mereda. Namun, di tengah krisis yang dialami Indonesia sekitar tahun 1997, mereka kembali melakukan konfrontasi bersenjata. Sejak saat itu, berbagai upaya pendekatan diambil pemerintahan pasca lengsernya Soeharto.

Dari masa BJ Habibie, Gus Dur, hingga Megawati. Hanya saja, semua pendekatan tersebut tidak membuahkan hasil yang manis. Sebagai contoh, pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid diadakan dialog bertajuk Jeda Kemanusiaan I dan II. Sayangnya, sampai pada pemerintahan Megawati, masalah ini belum tuntas.

Baca juga : Kombatan GAM yang Pernah Dididik di Libya Gelar Silaturahmi, Polisi Siaga Satu

Pada tahun 2003, Megawati Soekarnoputri menetapkan status Darurat Militer di Aceh. Meski skalanya semakin mengecil, namun tetap saja api pemberontakan GAM belum sepenuhnya padam.

Saat Presiden SBY terpilih, dia melakukan pembicaraan formal dengan internal GAM. Dengan bantuan lembaga internasional yang dipimpin mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, akhirnya dicapai kesepakatan dalam sebuah MoU pada 15 Agustus 2005.

Nota kesepahaman tersebut dikenal sebagai MoU Helsinki. Beberapa keputusan yang disepakati diantaranya adalah penyelenggaraan pemerintahan Aceh, hak-hak ekonomi bagi Aceh, penyelesaian pelanggaran HAM, hingga pemberian amnesti kepada mantan anggota GAM.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Pendeta dan Ustaz Poso...
Pendeta dan Ustaz Poso Akui Ceramah Jusuf Kalla Sesuai Fakta Konflik
Ceramahnya di UGM Fakta...
Ceramahnya di UGM Fakta Konflik Poso-Ambon, JK: Ade Armando Jangan Ngomong Seenaknya
David dan Victoria Beckham...
David dan Victoria Beckham Kirim Sinyal Damai untuk Brooklyn di Hari Ayah
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
Lionel Messi Ukir Sejarah...
Lionel Messi Ukir Sejarah di Piala Dunia, Rekor Pele dan Mbappe Resmi Tumbang
Berita Terkini
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved