Sejarah Pemberontakan GAM dan Dugaan Keterlibatan Libya
Rabu, 10 Agustus 2022 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Dari masa BJ Habibie, Gus Dur, hingga Megawati. Hanya saja, semua pendekatan tersebut tidak membuahkan hasil yang manis. Sebagai contoh, pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid diadakan dialog bertajuk Jeda Kemanusiaan I dan II. Sayangnya, sampai pada pemerintahan Megawati, masalah ini belum tuntas.
Baca juga : Kombatan GAM yang Pernah Dididik di Libya Gelar Silaturahmi, Polisi Siaga Satu
Pada tahun 2003, Megawati Soekarnoputri menetapkan status Darurat Militer di Aceh. Meski skalanya semakin mengecil, namun tetap saja api pemberontakan GAM belum sepenuhnya padam.
Saat Presiden SBY terpilih, dia melakukan pembicaraan formal dengan internal GAM. Dengan bantuan lembaga internasional yang dipimpin mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, akhirnya dicapai kesepakatan dalam sebuah MoU pada 15 Agustus 2005.
Nota kesepahaman tersebut dikenal sebagai MoU Helsinki. Beberapa keputusan yang disepakati diantaranya adalah penyelenggaraan pemerintahan Aceh, hak-hak ekonomi bagi Aceh, penyelesaian pelanggaran HAM, hingga pemberian amnesti kepada mantan anggota GAM.
Baca juga : Kombatan GAM yang Pernah Dididik di Libya Gelar Silaturahmi, Polisi Siaga Satu
Pada tahun 2003, Megawati Soekarnoputri menetapkan status Darurat Militer di Aceh. Meski skalanya semakin mengecil, namun tetap saja api pemberontakan GAM belum sepenuhnya padam.
Saat Presiden SBY terpilih, dia melakukan pembicaraan formal dengan internal GAM. Dengan bantuan lembaga internasional yang dipimpin mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, akhirnya dicapai kesepakatan dalam sebuah MoU pada 15 Agustus 2005.
Nota kesepahaman tersebut dikenal sebagai MoU Helsinki. Beberapa keputusan yang disepakati diantaranya adalah penyelenggaraan pemerintahan Aceh, hak-hak ekonomi bagi Aceh, penyelesaian pelanggaran HAM, hingga pemberian amnesti kepada mantan anggota GAM.
(bim)
Lihat Juga :