Menjelajahi Bangunan Tua Jakarta lewat Tinta Cina dan Ranting
Senin, 08 Agustus 2022 - 10:03 WIB
loading...
Menjelajahi Bangunan Tua Jakarta lewat Tinta Cina dan Ranting
A
A
A
JAKARTA - Pajang Karya KamiSketsa GalNas memasuki putaran ke-5, yang berlangsung mulai 4 – 28 Agustus 2022, di Bilik KamiSketsa Galeri Nasional Indonesia. Gelaran ini bisa dikunjungi publik setiap hari (kecuali hari libur nasional), pukul 10.00-15.30 WIB.
baca juga: Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Dikuratori Zamrud Setya Negara dan Alam Wisesha, karya-karya yang dipamerkan dalam Pajang Karya kali ini adalah milik pegiat sketsa sekaligus anggota KamiSketsa GalNas, Budiman dan Heru Agus.Ada 15 karya sketsa yang akan dipamerkan, ditambah dengan satu objek tiga dimensional berbentuk figur penari, serta topeng-topeng yang akan merespons dinding outdoor yang berisikan sketsa wajah-wajah pelaku KamiSketsa GalNas.
Karya-karya Budiman menampilkan karya sketsa dengan kekuatan teknik pure black and white, menggunakan eksplorasi layer yang sangat optimal. Sementara pada karya-karya Heru Agus yang dibuat menggunakan ranting sebagai pengganti kuas, menyuguhkan kepiawaian teknik blocking warna pada bidang gambar serta cropping bentangan sketsa yang menyoroti dominasi objek sketsa yang dibuatnya.
baca juga: Menparekraf Sandiaga Apresiasi Ajang Pameran Seni Siswa Difabel
Pertemuan antara kedua karya pegiat sketsa ini akan membawa kita pada narasi tentang Jakarta sebagai tempat pertemuan sekaligus langkah awal, dari “tamu-tamu” Jakarta yang mampu memberikan dan memiliki kebermanfataan, pengaruh, dan tingkah laku yang baik terhadap Jakarta.
baca juga: Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Dikuratori Zamrud Setya Negara dan Alam Wisesha, karya-karya yang dipamerkan dalam Pajang Karya kali ini adalah milik pegiat sketsa sekaligus anggota KamiSketsa GalNas, Budiman dan Heru Agus.Ada 15 karya sketsa yang akan dipamerkan, ditambah dengan satu objek tiga dimensional berbentuk figur penari, serta topeng-topeng yang akan merespons dinding outdoor yang berisikan sketsa wajah-wajah pelaku KamiSketsa GalNas.
Karya-karya Budiman menampilkan karya sketsa dengan kekuatan teknik pure black and white, menggunakan eksplorasi layer yang sangat optimal. Sementara pada karya-karya Heru Agus yang dibuat menggunakan ranting sebagai pengganti kuas, menyuguhkan kepiawaian teknik blocking warna pada bidang gambar serta cropping bentangan sketsa yang menyoroti dominasi objek sketsa yang dibuatnya.
baca juga: Menparekraf Sandiaga Apresiasi Ajang Pameran Seni Siswa Difabel
Pertemuan antara kedua karya pegiat sketsa ini akan membawa kita pada narasi tentang Jakarta sebagai tempat pertemuan sekaligus langkah awal, dari “tamu-tamu” Jakarta yang mampu memberikan dan memiliki kebermanfataan, pengaruh, dan tingkah laku yang baik terhadap Jakarta.

Lihat Juga :