Mengenal Marhaenisme, Ideologi Warisan Bung Karno

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 04:58 WIB
loading...
A A A
"Seorang Marhaen adalah orang yang memiliki alat-alat yang sedikit, orang kecil dengan milik kecil, dengan alat-alat kecil, sekadar cukup untuk dirinya sendiri," kata Soekarno setelah berhasil merumuskan gagasannya tentang Marhaen.

Lebih jauh, Soekarno menganggap, konsep Marhaenisme yang ditemukannya itu adalah bentuk perwujudan sosialisme Indonesia. "Tidak ada penghisapan tenaga seseorang oleh orang lain. Marhaenisme adalah sosialisme Indonesia dalam praktik," katanya.

Pertemuan Soekarno dengan pemuda Marhaen dan gagasannya tentang marhaenisme berlangsung saat usianya masih sangat muda, yakni 20 tahun. Pada masa ini, Soekarno telah memasuki tahap baru dalam perkembangan politiknya, mengarah marxisme.

Sebelum 1932, kata marhaenisme tidak pernah terdengar di Indonesia. Namun setelah itu, kata ini kerap mewarnai sejumlah perdebatan. Secara luas, kata itu mulai dipopulerkan Soekarno saat menghadapi sidang Pengadilan Kolonial Belanda.

"Marhaenisme adalah pergaulan hidup yang sebagian besar sekali terdiri dari kaum tani kecil, kaum buruh kecil, kaum pedagang kecil, kaum pelayar kecil. Pendek kata, kaum kromo dan kaum marhaen yang apa-apanya semua kecil," katanya.

Marhaenisme, bagi Soekarno sama dengan proletar dalam bahasa kaum marxisme-leninisme. Kata itu digunakan untuk menyebut golongan rakyat yang tertindas. Namun, bedanya Marhaen tidak menjual tenaganya kepada orang lain, tetapi hidupnya miskin.

Tinjauan kritis tentang Marxisme yang di-Indonesiakan oleh Soekarno dalam marhaenisme, dilakukan oleh Profesor Sejarah pada Universitas Passau, Jerman Barat, Bernhard Dahm dalam bukunya Soekarno dan Perjuangan Kemerdekaan.

Menurut Dham, pendekatan Soekarno terhadap marhaenisme, meskipun bergaya marxisme, sebenarnya bukan marxis. Sebaliknya, pendekatan Soekarno anti-marxisme. Soekarno dinilai tidak tahu cara menempatkan landasan materialistis dari marxisme.

Soekarno bahkan tidak pernah menjadi marxis dan seorang materialis. Sejak semula, meski sering berprilaku sebagai marxis, Soekarno sebenarnya berada dalam kubu idealisme. Kekuatan yang menggerakkannya dalam marhaenisme adalah persatuan.

Hal yang membuat marhaenisme seolah-olah marxisme, berasal dari bacaan Soekarno terhadap marxisme. Baginya, marxisme bukan hanya membuktikan kebobrokan kapitalisme dan imperialisme, tetapi juga menjanjikan suatu harapan dan kemenangan.

Dengan demikian, menjadi jelaslah kekeliruan yang terjadi selama ini antara marhaenisme dengan marxisme. Gagasan persatuan yang menjadi inti dari marhaenisme bersumber dari filsafat Jawa yang sudah ada selama berabad-abad lamanya.

Pertemuan antara Soekarno dengan petani Marhaen juga diceritakan dalam buku Untold Story, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pancasila Lahir Bukan...
Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Presiden: Sebuah Konsensus Agung
Prabowo: Bung Karno...
Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai
Strategi Politik Dua...
Strategi Politik Dua Kaki Indonesia dan Perang Pola Pikir ala Kolonialisasi Modern
Cucu Soekarno Bicara...
Cucu Soekarno Bicara Demokrasi Seharusnya Mengoreksi, Bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Pelajar SMP yang Lempar...
Pelajar SMP yang Lempar Molotov ke Sekolah Satu Komunitas dengan Siswa SMA 72 Jakarta
Rekomendasi
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
Sudah Pulang dari Rumah...
Sudah Pulang dari Rumah Sakit, Begini Kondisi Haji Bolot usai Kena Serangan Jantung
Berita Terkini
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved