HUT ke-10 Forum Pemred, Menko Airlangga Bicara tentang Pertumbuhan Ekonomi
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Forum Pemred Dorong Konferensi Pers Digelar Virtual
Kendati demikian, Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyampaikan kabar gembira terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh secara signifikan. "Tadi pagi diumumkan oleh BPS extra ordinary, 5,4 persen," ujarnya.
Airlangga menjabarkan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah di tengah krisis yang mendera, di mana salah satu prioritas utama pemerintah adalah bagaimana masyarakat tetap sehat.
Oleh karena itu, katanya, anggaran untuk kesehatan, perlindungan rakyat sangat tinggi. "Kesehatan menjadi penting. Kepala rumah tangga sakit, keluarganya bisa miskin," ujarnya.
Anggaran untuk kesehatan selama 3 tahun ini mencapai Rp1.700 triliun. Langkah-langkah lainnya, menjaga daya beli masyarakat, utamanya menghindari inflasi. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong subsidi energi.
"Pemerintah juga mendorong prinsip Government to Public atau GtP, misalnya melalui kartu prakerja," turut Airlangga.
"Pemerintah juga terus mendorong inovasi-inovasi mengenai sumber daya manusia, dan Indonesia masuk dalam bonus demografi, di mana 191 juta penduduk akan terus produktif di tahun 2025-2035. Kalau kita ketinggalan kereta kita tidak akan sejahtera sebelum kita tua. Kita harus sejahtera saat kita menjadi tua," paparnya.
Di bagian akhir paparannya, Airlangga menyebut tentang pentingnya persatuan. Dalam kaitan itu, Airlangga yang juga diamanahkan sebagai Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengapresiasi apa yang dilakukan Forum Pemred dengan mengundang tokoh-tokoh politik.
Kendati demikian, Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyampaikan kabar gembira terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh secara signifikan. "Tadi pagi diumumkan oleh BPS extra ordinary, 5,4 persen," ujarnya.
Airlangga menjabarkan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah di tengah krisis yang mendera, di mana salah satu prioritas utama pemerintah adalah bagaimana masyarakat tetap sehat.
Oleh karena itu, katanya, anggaran untuk kesehatan, perlindungan rakyat sangat tinggi. "Kesehatan menjadi penting. Kepala rumah tangga sakit, keluarganya bisa miskin," ujarnya.
Anggaran untuk kesehatan selama 3 tahun ini mencapai Rp1.700 triliun. Langkah-langkah lainnya, menjaga daya beli masyarakat, utamanya menghindari inflasi. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong subsidi energi.
"Pemerintah juga mendorong prinsip Government to Public atau GtP, misalnya melalui kartu prakerja," turut Airlangga.
"Pemerintah juga terus mendorong inovasi-inovasi mengenai sumber daya manusia, dan Indonesia masuk dalam bonus demografi, di mana 191 juta penduduk akan terus produktif di tahun 2025-2035. Kalau kita ketinggalan kereta kita tidak akan sejahtera sebelum kita tua. Kita harus sejahtera saat kita menjadi tua," paparnya.
Di bagian akhir paparannya, Airlangga menyebut tentang pentingnya persatuan. Dalam kaitan itu, Airlangga yang juga diamanahkan sebagai Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengapresiasi apa yang dilakukan Forum Pemred dengan mengundang tokoh-tokoh politik.
Lihat Juga :