Sejarah Terbentuknya PETA, Satuan Militer yang Dibentuk Jepang di Indonesia

Rabu, 03 Agustus 2022 - 16:57 WIB
loading...
Sejarah Terbentuknya...
PETA atau Pembela Tanah Air merupakan satuan militer yang dibentuk oleh Jepang saat menduduki Indonesia sekitar tahun 1942 hingga 1945. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - PETA atau Pembela Tanah Air merupakan satuan militer yang dibentuk oleh Jepang saat menduduki Indonesia sekitar tahun 1942 hingga 1945. Pada riwayatnya, PETA memiliki sejarah panjang dari awal pembentukannya yang ditujukan untuk membantu Jepang di Perang Asia Timur Raya.

Dikutip dari elibrary.unikom, semua itu berawal dari Perang Dunia II yang membawa malapetaka bagi Jepang. Saat itu, Jepang menyerang pangkalan armada Amerika Serikat di Pearl Harbour, tepatnya pada 8 Desember 1941.

Baca juga : Peristiwa Rengasdengklok, Tonggak Sejarah Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Sekutu membalasnya dengan menyerang balik Jepang dari arah Selatan dan Timur. Alhasil, Jepang mulai terdesak.

Proses pembentukan PETA diprakarsai oleh usulan R. Gatot Mangkoepradja. Dia mengirim surat kepada Gunseikan pada 8 September 1943. Isinya berupa permintaan agar bangsa Indonesia diperkenankan membantu militer Jepang dalam mempertahankan tanah airnya.

Dalam hal ini, terdapat perbedaan tujuan baik dari pihak Indonesia maupun Jepang terkait pendirian PETA (Pembela Tanah Air). Bagi Jepang, tenaga rakyat Indonesia akan membantunya dalam menghadapi gempuran sekutu.

Namun, bagi Indonesia lain cerita. Sejak dulu, Indonesia menginginkan latihan militer yang bisa meningkatkan kemampuan militernya dalam usaha mencapai kemerdekaan. Pembentukan PETA ini secara tidak langsung akan memperkuat tentara Indonesia karena dilatih langsung oleh Jepang.

Akhirnya pada 3 Oktober 1942, PETA (Pembela Tanah Air) secara resmi terbentuk. Keputusan tersebut didasarkan pada maklumat Osamu Seirei No.44 yang disampaikan Panglima Tentara Jepang, Letnan Jenderal Kumakichi Harada.

Setelah terbentuk, pelatihan PETA dilakukan di komplek militer Bogor bernama Boei Giyugun Kanbu Resentai. Bentuk latihannya sendiri cukup beragam, dari penerapan taktik tempur, baris berbaris, latihan menembak, dan masih banyak lainnya.

Baca juga : Renungan Peringatan Kemerdekaan

Pada satuan militer PETA, terdapat lima macam kepangkatan dengan peran yang berbeda. Berikut di antaranya :

-Daidanco : Komandan Batalyon
-Chudanco : Komandan Kompi
-Shodanco : Komandan Peleton
-Bundancho : Komandan Regu dari Pemuda yang pernah bersekolah
- Giyuhei : Prajurit PETA yang belum bersekolah

Seiring perkembangannya, PETA (Pembela Tanah Air) mulai menjadi masalah bagi Jepang. Alasan utamanya karena kebencian anggota PETA ketika melihat rakyat Indonesia menderita dalam Romusha.

Atas hal ini, mulai menyala api pemberontakan yang dilakukan tentara PETA. Salah satunya adalah Pemberontakan PETA Blitar pada 14 Februari 1945. Gerakan ini dipimpin oleh Shodanco Soeprijadi dan dibantu Muradi serta Dr.Ismangil.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, PETA memiliki peran penting dalam terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan menjadi cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kemudian hari.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
President Club Bersama...
President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Rekomendasi
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Berita Terkini
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan...
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Don Ritto-Febrie Adriansyah: Satu Kampung
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Don Ritto Gunakan Rumah...
Don Ritto Gunakan Rumah Febrie Adriansyah di Sentul untuk Operasional Yayasan
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Ditahan, Kuasa Hukum: Sudah Mengundurkan Diri, Artinya Kooperatif
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved