Pesan di Balik Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga hingga Reshuffle Kabinet
Minggu, 28 Juni 2020 - 21:17 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak jengkel dengan kinerja para menteri dalam penanganan krisis pandemi virus Corona (Covid-19). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak jengkel dengan kinerja para menteri dalam penanganan krisis pandemi virus Corona (Covid-19). Bahkan dia menyebut bisa saja membubarkan lembaga ataupun melakukan reshuffle jika memang diperlukan untuk penanganan Covid-19.
Dalam merespons sikap Jokowi ini, pengamat politik dari Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo menilai, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi, karena itu apapun wacananya sepanjang dia tidak mengambil tindakan reshuffle tentunya itu hanya sebatas wacana.
"Bagi saya Pak Presiden juga tidak akan terburu- buru dalam reshuffle walaupun kita ketahui kinerja para menterinya itu bervariasi, ada yang baik tapi ada juga yang memble," kata Edison, Minggu (28/6/2020). (Baca juga: Semprot Menteri Soal Kinerja, Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga Sampai Reshuffle)
Edison menjelaskan, tetapi diketahui bersama bahwa ini masih bisa dimaklumi karena pandemi Corona menjadi alasan kenapa para menteri juga mengalami kesulitan untuk bekerja maksimal dengan konsentrasi penuh pada penanganan Corona.
"Tetapi ini juga jangan dijadikan alasan utama para menteri sehingga tidak menunjukkan kualitas kerjanya karena ada menteri yang kita amati sangat baik kualitas kinerjanya di masa pandemi," jelasnya. (Baca juga: Update Kasus Covid-19: Positif 54.010 Orang, 22.936 Sembuh dan 2.754 Meninggal)
Dalam merespons sikap Jokowi ini, pengamat politik dari Parameter Research Consultant, Edison Lapalelo menilai, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi, karena itu apapun wacananya sepanjang dia tidak mengambil tindakan reshuffle tentunya itu hanya sebatas wacana.
"Bagi saya Pak Presiden juga tidak akan terburu- buru dalam reshuffle walaupun kita ketahui kinerja para menterinya itu bervariasi, ada yang baik tapi ada juga yang memble," kata Edison, Minggu (28/6/2020). (Baca juga: Semprot Menteri Soal Kinerja, Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga Sampai Reshuffle)
Edison menjelaskan, tetapi diketahui bersama bahwa ini masih bisa dimaklumi karena pandemi Corona menjadi alasan kenapa para menteri juga mengalami kesulitan untuk bekerja maksimal dengan konsentrasi penuh pada penanganan Corona.
"Tetapi ini juga jangan dijadikan alasan utama para menteri sehingga tidak menunjukkan kualitas kerjanya karena ada menteri yang kita amati sangat baik kualitas kinerjanya di masa pandemi," jelasnya. (Baca juga: Update Kasus Covid-19: Positif 54.010 Orang, 22.936 Sembuh dan 2.754 Meninggal)