4 Jenderal Kopassus Ini Nyaris Tewas di Medan Operasi, Nomor 1 Legenda Intelijen

Sabtu, 30 Juli 2022 - 06:21 WIB
loading...
A A A
Begitu juga saat konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1964. Dalam Operasi Dwikora di pedalaman belantara Kalimantan ini Benny Moerdani juga nyaris tewas. Peristiwa itu terjadi saat Benny bersama pasukannya melakukan penyusupan ke daerah musuh.

Pasukan SAS yang terkenal kehebatannya dalam berbagai palagan pertempuran di PD II mencium penyusupan Benny. Mereka kemudian menunggu di seberang sungai. Berada di ketinggian, pasukan elite Inggris ini tinggal menunggu waktu untuk memberondong Benny dan pasukannya. Apalagi posisi Benny Moerdani berada di perahu paling depan sehingga sangat memudahkan bagi pasukan SAS mengincarnya.

Bahkan penembak jitu dan sniper pun sudah membidikan senjatanya ke arah Benny. Dari teropong sniper terlihat begitu jelas sosok Benny Moerdani. Namun anehnya, pasukan SAS tak juga melepaskan tembakan. Mereka terdiam beberapa detik, hingga akhirnya Benny dan pasukannya berhasil lolos dari maut.

2. Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan

Sintong Panjaitan merupakan tokoh militer dan cukup dikenal khususnya di Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang sekarang bernama Kopassus. Abituren Akademi Militer (Akmil) 1963 ini cukup kenyang dengan operasi militer.

Selama mengemban tugas operasi, ada pengalaman yang tidak bisa dilupakan Sintong. Nyawanya nyaris hilang terkena tembakan musuh saat sebutir peluru melintas di kepalanya. Dalam buku biografinya berjudul “Sintong Panjaitan: Perjalanan Prajurit Para Komando” mantan Danjen Kopassus ini menceritakan bagaimana dirinya harus berjuang keras menundukkan kelompok pemberontak Lodewijk Mandatjan di Papua.

4 Jenderal Kopassus Ini Nyaris Tewas di Medan Operasi, Nomor 1 Legenda Intelijen

Sintong Panjaitan di Pantai Permisan, Nusakambangan, Cilacap. Foto/istimewa

Saat itu, Tim RPKAD melakukan pembersihan di dalam kota Kecamatan Warmare. Siang harinya Tim RPKAD kembali ke Manokwari.Truk yang mengangkut pasukan harus melewati daerah perbukitan yang rawan terjadi pernyergapan. Setelah berhenti diketinggian, Tim RPKAD termasuk Sintong turun dari truk untuk melakukan orientasi medan.

Sintong duduk bersebelahan dengan Kasi I/Intelijen Korem 171/Manokwari Mayor Vordeling yang sedang merokok. Tiba-tiba mereka ditembak oleh pemberontak dari jarak dekat yang hanya berjarak 6 meter dari arah jurang. Beruntung tembakan itu tidak mengenai kepala Sintong. Sebab pada saat bersamaan Sintong sedang menggaruk kaki yang digigit semut merah.

3. Jenderal TNI (Purn) A.M Hendropriyono
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1908 seconds (11.97#12.26)