Wapres Minta MUI Tak Ikut Urusi Masalah Capres-Cawapres, Anwar Abbas Bilang Begini
Kamis, 28 Juli 2022 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
“Dan hal demikian tentu tidak kita inginkan. Untuk itu secara moral sudah merupakan kewajiban bagi MUI bagi mengimbau pihak partai politik dan atau gabungan partai politik yang akan mengusung capres dan cawapres tahun 2024 supaya mau mendengar suara rakyat dan jangan hanya mendengar suara dan keinginan dari segelintir orang saja yang namanya pemilik kapital, karena negeri ini adalah negeri kita bersama,” ungkapnya
Dia menegaskan, semua rakyat Indonesia harus bisa hidup dalam keadaan makmur, sejahtera, serta berkeadilan. Oleh karena itu, lanjut dia, semua sumber daya yang ada di negeri ini harus bisa dikelola sebaik-baiknya untuk terciptanya sebesar-besar kemakmuran rakyat.
“Dan inilah yang kurang terlihat di negeri ini selama ini, dimana yang mendapatkan hal itu lebih banyak mereka-mereka yang ada di puncak piramid atau kelas atas dan menengah saja, sementara mereka-mereka yang berada di alas piramid atau kelas bawah tampak dengan jelas belum bisa mencicipi dan merasakannya,” jelasnya.
Hal tersebut, sambung dia, terlihat secara jelas dari masih besarnya jumlah orang miskin di negeri ini, yaitu sekitar 26,16 juta orang, sebuah angka yang tidak kecil. Untuk itu, kata Anwar Abbas, diperlukan kehadiran seorang presiden dan wapres yang memang mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut secepatnya.
“Serta mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa ini di mata dunia dimana negara kita di masa depan diharapkan selain bisa melindungi, menyejahterakan dan mencerdaskan rakyatnya juga akan bisa berperan aktif di pentas global bagi menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia,” pungkasnya.
Dia menegaskan, semua rakyat Indonesia harus bisa hidup dalam keadaan makmur, sejahtera, serta berkeadilan. Oleh karena itu, lanjut dia, semua sumber daya yang ada di negeri ini harus bisa dikelola sebaik-baiknya untuk terciptanya sebesar-besar kemakmuran rakyat.
“Dan inilah yang kurang terlihat di negeri ini selama ini, dimana yang mendapatkan hal itu lebih banyak mereka-mereka yang ada di puncak piramid atau kelas atas dan menengah saja, sementara mereka-mereka yang berada di alas piramid atau kelas bawah tampak dengan jelas belum bisa mencicipi dan merasakannya,” jelasnya.
Hal tersebut, sambung dia, terlihat secara jelas dari masih besarnya jumlah orang miskin di negeri ini, yaitu sekitar 26,16 juta orang, sebuah angka yang tidak kecil. Untuk itu, kata Anwar Abbas, diperlukan kehadiran seorang presiden dan wapres yang memang mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut secepatnya.
“Serta mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa ini di mata dunia dimana negara kita di masa depan diharapkan selain bisa melindungi, menyejahterakan dan mencerdaskan rakyatnya juga akan bisa berperan aktif di pentas global bagi menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :