Kebijakan Strategis Bappebti Berikan Dampak Positif terhadap Kinerja SRG
Rabu, 27 Juli 2022 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
“Selain itu, SRG juga memberikan kepercayaan dan keamanan lebih besar dalam transaksi perdagangan, mempermudah dalam memperoleh pembiayaan komoditas yang kompetitif, dan memungkinkan mitigasi risiko harga yang lebih efektif dan transparan,” kata Didid.
![Kebijakan Strategis Bappebti Berikan Dampak Positif terhadap Kinerja SRG]()
Sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi sektor kunci dalam upaya pengentasan masyarakat dari kemiskinan dan memperkokoh perekonomian di Indonesia. Namun, umumnya petani dan pelaku agribisnis kecil lainnya mengalami kendala dalam mengembangkan usahanya, mulai dari aspek permodalan hingga akses pasar.
Selain itu, petani di Indonesia masih dihadapkan pada situasi tanpa pilihan kecuali menjual komoditasnya segera setelah panen kepada pedagang pengumpul dengan harga rendah. Dengan adanya SRG, diharapkan hal tersebut dapat teratasi dengan hasil yang maksimal.
Perkembangan pelaksanaan SRG saat ini, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021 yang merupakan perubahan Peraturan Menteri Perdagangan No 33 tahun 2020 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang dapat disimpan dalam Sistem Resi Gudang, komoditas yang dapat masuk ke SRG telah mencakup 20 komoditas, yaitu gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, ayam karkas beku, gula kristal putih, dan kedelai.
Selama 2021, telah diterbitkan 623 resi gudang untuk 12 komoditas meliputi gabah, beras, jagung, rumput laut, lada, kopi, ayam karkas beku, ikan, kedelai, gambir, bawang merah dan timah. Total nilai resi gudang yang telah diterbitkan mencapai Rp515,7 miliar dengan nilai pembiayaan dari bank/nonbank mencapai Rp356,1 miliar.
Sedangkan, per 19 Juli 2022 telah diterbitkan 290 resi gudang untuk delapan komoditas meliputi gabah, beras, rumput laut, timah, ikan, gula, kopi dan ayam karkas beku sebesar 8.203 ton dengan nilai Rp506,34 miliar dan pembiayaan sebesar Rp350,90 miliar.
![Kebijakan Strategis Bappebti Berikan Dampak Positif terhadap Kinerja SRG]()
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) Widiastuti menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun, partisipasi pelaku usaha komoditas dalam memanfaatkan SRG juga semakin meningkat.
"Baik sebagai badan usaha yang terlibat langsung dalam menyelenggarakan pengelolaan gudang berbasis SRG, maupun pelaku yang memanfaatkan SRG sebagai skema penyimpanan stok, tunda jual, serta untuk memperoleh pembiayaan usaha,” tutur Widiastuti.

Sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi sektor kunci dalam upaya pengentasan masyarakat dari kemiskinan dan memperkokoh perekonomian di Indonesia. Namun, umumnya petani dan pelaku agribisnis kecil lainnya mengalami kendala dalam mengembangkan usahanya, mulai dari aspek permodalan hingga akses pasar.
Selain itu, petani di Indonesia masih dihadapkan pada situasi tanpa pilihan kecuali menjual komoditasnya segera setelah panen kepada pedagang pengumpul dengan harga rendah. Dengan adanya SRG, diharapkan hal tersebut dapat teratasi dengan hasil yang maksimal.
Perkembangan pelaksanaan SRG saat ini, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021 yang merupakan perubahan Peraturan Menteri Perdagangan No 33 tahun 2020 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang dapat disimpan dalam Sistem Resi Gudang, komoditas yang dapat masuk ke SRG telah mencakup 20 komoditas, yaitu gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, ayam karkas beku, gula kristal putih, dan kedelai.
Selama 2021, telah diterbitkan 623 resi gudang untuk 12 komoditas meliputi gabah, beras, jagung, rumput laut, lada, kopi, ayam karkas beku, ikan, kedelai, gambir, bawang merah dan timah. Total nilai resi gudang yang telah diterbitkan mencapai Rp515,7 miliar dengan nilai pembiayaan dari bank/nonbank mencapai Rp356,1 miliar.
Sedangkan, per 19 Juli 2022 telah diterbitkan 290 resi gudang untuk delapan komoditas meliputi gabah, beras, rumput laut, timah, ikan, gula, kopi dan ayam karkas beku sebesar 8.203 ton dengan nilai Rp506,34 miliar dan pembiayaan sebesar Rp350,90 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) Widiastuti menyampaikan bahwa dari tahun ke tahun, partisipasi pelaku usaha komoditas dalam memanfaatkan SRG juga semakin meningkat.
"Baik sebagai badan usaha yang terlibat langsung dalam menyelenggarakan pengelolaan gudang berbasis SRG, maupun pelaku yang memanfaatkan SRG sebagai skema penyimpanan stok, tunda jual, serta untuk memperoleh pembiayaan usaha,” tutur Widiastuti.
Lihat Juga :