Peringati Kudatuli, PDIP Gelar Tabur Bunga
Rabu, 27 Juli 2022 - 11:52 WIB
loading...
DPP PDIP menggelar tabur bunga memperingati Kudatuli, peristiwa penyerangan kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro No 58, Menteng, Jakarta Pusat pada pada 27 Juli 1996 silam. FOTO/MPI/CARLOS ROY FAJARTA
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP ) menggelar tabur bunga memperingati peristiwa penyerangan kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro No 58, Menteng, Jakarta Pusat atau dikenal sebagai Kudatuli pada pada 27 Juli 1996 silam. Tabur bunga dipimpin Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning, Yanti Sukamdani, mantan tim pembela PDIP Tumbu Saraswati, Anggota DPR Nyoman Parta serta puluhan keluarga korban yang biasa disebut Forum Komunikasi Kerukunan (FKK).
Tabur bunga diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian Hasto dan Ribka memberikan orasi untuk mengenang peristiwa yang kerap disebut Kasus Kudatuli atau Sabtu Kelabu.
Ribka menyebut saat itu ada dukungan masyarakat yang memberi kekuatan terhadap Megawati melawan kekuatan Orde Baru. "Kita sekarang masuk tahun ke-26 memperingati Kudatuli. DPP PDI Perjuangan menginginkan terus usut kasus ini. Kita juga sudah ke Komnas HAM. Kita minta jangan hanya bawahan pelaksana saja yang ditangkap tetapi aktor intelektualnya, apa pun pangkatnya. Mereka semua masih bekeliaran tanpa proses hukum. Maka hari ini kita tabur bunga sama Pak Sekjen," ujar Ribka, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Kudatuli, Sejarah Politik yang Turut Berperan Menggembleng Puan Maharani
Hasto mengatakan pihaknya tidak pernah melupakan peristiwa 27 Juli 1996 yang merupakan suatu rangkaian panjang. "Kita tahu peristiwa 1965 mengubah sejarah kita, dan sampai sekarang sisi gelap 1965 masih saja terjadi. Di mana rakyat Indonesia karena intervensi kekuatan neo kolonialisme dan imprealisme yang kemudian melengserkan Bung Karno dengan segala cara," kata Hasto Kristiyanto.
Tabur bunga diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemudian Hasto dan Ribka memberikan orasi untuk mengenang peristiwa yang kerap disebut Kasus Kudatuli atau Sabtu Kelabu.
Ribka menyebut saat itu ada dukungan masyarakat yang memberi kekuatan terhadap Megawati melawan kekuatan Orde Baru. "Kita sekarang masuk tahun ke-26 memperingati Kudatuli. DPP PDI Perjuangan menginginkan terus usut kasus ini. Kita juga sudah ke Komnas HAM. Kita minta jangan hanya bawahan pelaksana saja yang ditangkap tetapi aktor intelektualnya, apa pun pangkatnya. Mereka semua masih bekeliaran tanpa proses hukum. Maka hari ini kita tabur bunga sama Pak Sekjen," ujar Ribka, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Kudatuli, Sejarah Politik yang Turut Berperan Menggembleng Puan Maharani
Hasto mengatakan pihaknya tidak pernah melupakan peristiwa 27 Juli 1996 yang merupakan suatu rangkaian panjang. "Kita tahu peristiwa 1965 mengubah sejarah kita, dan sampai sekarang sisi gelap 1965 masih saja terjadi. Di mana rakyat Indonesia karena intervensi kekuatan neo kolonialisme dan imprealisme yang kemudian melengserkan Bung Karno dengan segala cara," kata Hasto Kristiyanto.
Lihat Juga :