Kudatuli, Sejarah Politik yang Turut Berperan Menggembleng Puan Maharani

Rabu, 27 Juli 2022 - 10:59 WIB
loading...
Kudatuli, Sejarah Politik...
Ketua DPR Puan Maharani bersama sejumlah petani memanen tebu di Desa Mertapada Wetan, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Senin, (4/7/2022). FOTO/SINDOnews/YULIANTO
A A A
JAKARTA - Tragedi kerusuhan dua puluh tujuh Juli atau dikenal sebagai peristiwa Kudatuli menjadi salah satu sejarah kelam bagi perpolitikan Indonesia. Hari itu, 27 Juli 1996, kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat yang dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri, diambil alih secara paksa oleh massa dari PDI kubu Soerjadi.

Peristiwa pertumpahan darah itu meninggalkan kesan mendalam bagi putri Megawati Soekarno, Puan Maharani . Saat itu Puan masih duduk di bangku kuliah, tapi sudah aktif mendampingi ibunya dalam berbagai aktivitas politik.

Begitu juga dalam peristiwa Kudatuli. Puan menceritakan, saat itu ia dan Megawati hendak berangkat ke kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro begitu mengetahui ada sekelompok massa yang akan datang untuk mengambil alih kantor.

"Ibu saya bilang, ayo siap-siap kita ke Diponegoro. Saya sudah siap tiba-tiba ditelepon lagi," tutur Puan, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: 26 Tahun Kudatuli, Mengenang Gonjang-ganjing Politik PDI

Megawati kemudian diberi kabar bahwa situasi di Jalan Diponegoro makin genting, sehingga ia diminta untuk menunggu. Puan beserta Megawati dan ayahanda Taufik Kiemas pun akhirnya menunggu di rumah mereka di Kebagusan, Jakarta Selatan sambil terus memantau situasi dari jauh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Salat di Masjid DPR,...
Salat di Masjid DPR, Puan Harap Iduladha 2026 Jadi Momen Rajut Kepedulian Sosial
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved