Zamzam, Air Penghidupan Lintas Zaman
Selasa, 26 Juli 2022 - 15:08 WIB
loading...
Zamzam, Air Penghidupan Lintas Zaman
A
A
A
MEKKAH - "Sumur zamzam itu ajaib, diminum jutaan orang selama ribuan tahun. Tapi anehnya tak pernah kering,bahkan sampai habis."
Kalimat bernada kekaguman itu tiba-tiba terlontar dari Ulil Abshar Abdalla, cendekiawan muslim ternama Indonesia di sela jamuan makan siang yang turut dihadiri KORAN SINDO di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (21/7/2022).
baca juga: Doa Istimewa Ketika Minum Air Zamzam
Ulil yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) ini bertambah heran, karena meski disedot tak henti 24 jam tiap harinya, lapisan tanah di sekitar sumur zamzam juga tak pernah dilaporkan patah, bergeser atau ambles. Bahkan kualitas zamzam sedikitpun tak pernah berkurang.
![Zamzam, Air Penghidupan Lintas Zaman]()
Air zamzam memang ajaib sekaligus menyimpan banyak misteri. Tak ayal, beberapa kiai dan aktivis muda NU yang hadir di siang itu pun mengamini apa yang menjadi kekaguman Ulil. Status ajaib bagi sumur zamzam memang tidak terbantahkan. Jika ditarik ke belakang, sumur kuno ini telah berusia sekitar 4.000 tahun.
baca juga: Subhanallah, Inilah Manfaat Meminum Air Zamzam dan Adab Meminumnya
Merujuk data dari Egypt Today, sumur ini diperkirakan mulai ada pada 1910 SM atau tak lama dengan kedatangan Nabi Ibrahim beserta istri, Siti Hajar dan bayinya, Nabi Ismail ke Mekkah. Kendati usianya ribuan tahun, lokasi sumur ini tak berubah. Yakni tetap di sekitar 20 meter sebelah tenggara Kakbah di Masjidilharam, Mekkah.
Sumber mata air ini sejak awal kemunculannya yakni ketika Siti Hajar diliputi kebingungan luar biasa hingga bolak-balik berlari dari Bukit Safa dan Marwa demi mencarikan minum untuk Ismail yang sangat kehausan di Lembah Mekkah, tak henti mengucur hingga hari ini. Beberapa tahun sebelum Nabi Muhammad lahir, mata air ini sempat tertutup tanah sehingga tak mengalir.
baca juga: Ilmuwan Ini Ungkap Rahasia Sumur Zamzam Tak Pernah Kering
Menurut Guru Besar Sejarah Islam 'Ain Syams University Kairo Mesir Ali Husnisebagaimana dalam Tarikh al Ka'bah (2004), penutupan ini dilakukan olehMadhad bin Amru al Jurhumi. Madhad kala itu adalah penguasa Mekkah yang berupaya menyembunyikan sumber alam luar biasa ini dari serangan musuh. Setelah sekian lama, berpijak dari petunjuk mimpi, kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib kemudian memimpin proses penggalian sumur berkah ini. Seketika itu, zamzam akhirnya mengalir lagi.
![Zamzam, Air Penghidupan Lintas Zaman]()
Zamzam pun tak lagi sebatas dinikmati oleh Ismail, Hajar dan penduduk Mekkah lagi. Jamaah haji seluruh dunia tahun ini sebanyak 1 juta orang misalnya, setiap harinya dijatah satu botol zamzam kemasan 330 mililiter. Fasilitas gratis dari Arab Saudi ini tentu membuat jamaah haji bahagia. Zamzam gratis ini biasanya dibagikan di hotel-hotel tempat menginap jamaah selama di Mekkah.
baca juga: Kisah Abdul Muthalib Kaya Mendadak karena Menggali Sumur Zamzam
Jumlah ini tak seberapa. Ribuan liter zamzam lainnya setiap hari juga terdistribusi di Masjidilharam di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Bagi yang pernah berkunjung di dua masjid suci ini, pasti sudah merasakan begitu nikmat dan mudahnya mendapatkan zamzam di dalam masjid. Di banyak sudut, pengelola dua masjid ini (Haramain) telah menyediakan ratusan dispenser yang bisa diakses kapan pun.
Kalimat bernada kekaguman itu tiba-tiba terlontar dari Ulil Abshar Abdalla, cendekiawan muslim ternama Indonesia di sela jamuan makan siang yang turut dihadiri KORAN SINDO di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (21/7/2022).
baca juga: Doa Istimewa Ketika Minum Air Zamzam
Ulil yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) ini bertambah heran, karena meski disedot tak henti 24 jam tiap harinya, lapisan tanah di sekitar sumur zamzam juga tak pernah dilaporkan patah, bergeser atau ambles. Bahkan kualitas zamzam sedikitpun tak pernah berkurang.

Air zamzam memang ajaib sekaligus menyimpan banyak misteri. Tak ayal, beberapa kiai dan aktivis muda NU yang hadir di siang itu pun mengamini apa yang menjadi kekaguman Ulil. Status ajaib bagi sumur zamzam memang tidak terbantahkan. Jika ditarik ke belakang, sumur kuno ini telah berusia sekitar 4.000 tahun.
baca juga: Subhanallah, Inilah Manfaat Meminum Air Zamzam dan Adab Meminumnya
Merujuk data dari Egypt Today, sumur ini diperkirakan mulai ada pada 1910 SM atau tak lama dengan kedatangan Nabi Ibrahim beserta istri, Siti Hajar dan bayinya, Nabi Ismail ke Mekkah. Kendati usianya ribuan tahun, lokasi sumur ini tak berubah. Yakni tetap di sekitar 20 meter sebelah tenggara Kakbah di Masjidilharam, Mekkah.
Sumber mata air ini sejak awal kemunculannya yakni ketika Siti Hajar diliputi kebingungan luar biasa hingga bolak-balik berlari dari Bukit Safa dan Marwa demi mencarikan minum untuk Ismail yang sangat kehausan di Lembah Mekkah, tak henti mengucur hingga hari ini. Beberapa tahun sebelum Nabi Muhammad lahir, mata air ini sempat tertutup tanah sehingga tak mengalir.
baca juga: Ilmuwan Ini Ungkap Rahasia Sumur Zamzam Tak Pernah Kering
Menurut Guru Besar Sejarah Islam 'Ain Syams University Kairo Mesir Ali Husnisebagaimana dalam Tarikh al Ka'bah (2004), penutupan ini dilakukan olehMadhad bin Amru al Jurhumi. Madhad kala itu adalah penguasa Mekkah yang berupaya menyembunyikan sumber alam luar biasa ini dari serangan musuh. Setelah sekian lama, berpijak dari petunjuk mimpi, kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib kemudian memimpin proses penggalian sumur berkah ini. Seketika itu, zamzam akhirnya mengalir lagi.

Zamzam pun tak lagi sebatas dinikmati oleh Ismail, Hajar dan penduduk Mekkah lagi. Jamaah haji seluruh dunia tahun ini sebanyak 1 juta orang misalnya, setiap harinya dijatah satu botol zamzam kemasan 330 mililiter. Fasilitas gratis dari Arab Saudi ini tentu membuat jamaah haji bahagia. Zamzam gratis ini biasanya dibagikan di hotel-hotel tempat menginap jamaah selama di Mekkah.
baca juga: Kisah Abdul Muthalib Kaya Mendadak karena Menggali Sumur Zamzam
Jumlah ini tak seberapa. Ribuan liter zamzam lainnya setiap hari juga terdistribusi di Masjidilharam di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Bagi yang pernah berkunjung di dua masjid suci ini, pasti sudah merasakan begitu nikmat dan mudahnya mendapatkan zamzam di dalam masjid. Di banyak sudut, pengelola dua masjid ini (Haramain) telah menyediakan ratusan dispenser yang bisa diakses kapan pun.

Lihat Juga :