Aksi Tolak RUU HIP Tidak Akan Munculkan Gerakan Pan-Islamisme

Sabtu, 27 Juni 2020 - 15:06 WIB
loading...
Aksi Tolak RUU HIP Tidak...
Demonstrasi menolak RUU HIP di depan Gedung DPR, Jakarta, 24 Juni 2020. Foto/SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menganggap, aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) oleh ormas Islam hanya sebatas pembelaan terhadap Pancasila.

"Tidak sampai memunculkan gerakan 'Pan Islamisme'," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (27/6/2020).

Dedi mengatakan, aksi penolakan RUU HIP saat ini memang mayoritas dilakukan oleh kelompok atau ormas Islam. Namun, tak berarti gerakan ini akan memunculkan sentimen kekuatan Islam atau bahkan sampai pada gagasan 'Pan Islamisme' di Indonesia.

Tapi, lanjut Dedi, jika ada upaya 'mengeruhkan' Pancasila terutama sila yang berkaitan dengan ideologi beragama, tentu bisa saja menjadi celah gerakan Islam politik untuk mengemuka. (Baca juga: Klarifikasi Korlap Aksi soal Accident Pembakaran Bendera PDIP ).

Diketahui, gerakan Pan Islamisme dipopulerkan oleh Jamaludin Al Afghani di Mesir. Gagasan itu muncul sebagai antitesa dominasi Barat atas Mesir yang kemudian memunculkan solidaritas kelompok Islam. Di Indonesia, gagasan Pan-Islamisme ini sempat dikaitkan oleh beberapa pihak dengan aksi umat Islam yang terkenal dengan Aksi 411 dan 212 beberapa tahun silam.

Dedi menuturkan, semangat dan tuntutan yang dikembangkan kelompok Islam di Indonesia yang terjadi saat ini berbeda dengan yang terjadi di Mesir. "Untuk itu, pemerintah harus hati-hati dengan RUU HIP, jangan sampai menjadi pemantik pertarungan ideologi baru yang justru merusak kebangsaan," ujarnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Hidayat Nur Wahid Apresiasi...
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Kesepakatan Ormas Islam soal Penetapan Iduladha 27 Mei 2026
Rekomendasi
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
4 Suporter Tewas, Meksiko...
4 Suporter Tewas, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Lawan Inggris
Berita Terkini
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved