Profil Inggit Garnasih, Istri Kedua yang Setia Temani Bung Karno di Masa Sulit
Selasa, 19 Juli 2022 - 15:50 WIB
loading...
A
A
A
Inggit yang berstatus janda kemudian pernah menjalin hubungan dengan H Sanusi, seorang pengusaha kaya raya serta tokoh organisasi Sarekat Islam (SI) Jawa Barat. Dari pernikahan ini, Inggit mulai mengenal dunia politik dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, untuk kedua kalinya rumah tangga Inggit Garnasih harus kandas. Dia berpisah dengan H Sanusi pada 1923.
Baca juga: Sempat Tertunda 2 Tahun, Teater Monolog Inggit Garnasih Kembali Dipentaskan
Tak berselang lama, Soekarno melamarnya. Namun, ayah Inggit mengingatkan bahwa hubungan beda kelas antarkeduanya tidak akan kekal abadi. Soekarno merupakan keturunan terpandang dan pribadi yang terpelajar. Sedangkan Inggit adalah kebalikannya. Dalam hal ini, orang tua Inggit Garnasih berkaca pada dua pernikahan putrinya yang berakhir dengan perceraian.
Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan Soekarno tetap menikahi Inggit pada 24 Maret 1923. Pernikahan keduanya disahkan dengan Surat Keterangan Kawin No 1138 tertanggal 24 Maret 1923 berbahasa Sunda dan bermeterai 15 sen.
Setelah resmi menikah, Inggit Garnasih selalu mendampingi Soekarno dalam aktivitasnya. Dia selalu berada di sampingnya dan memberikan dukungan moral terhadap suaminya ini. Sebagai contoh, ketika Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, Inggit menjadi orang pertama yang mendukungnya.
Kemudian, ketika Bung Karno di penjara, setiap minggu Inggit selalu menjenguknya. Hal inilah yang membuat semangat Soekarno tidak pernah surut dalam menegakan perjuangannya.
Baca juga: Sempat Tertunda 2 Tahun, Teater Monolog Inggit Garnasih Kembali Dipentaskan
Tak berselang lama, Soekarno melamarnya. Namun, ayah Inggit mengingatkan bahwa hubungan beda kelas antarkeduanya tidak akan kekal abadi. Soekarno merupakan keturunan terpandang dan pribadi yang terpelajar. Sedangkan Inggit adalah kebalikannya. Dalam hal ini, orang tua Inggit Garnasih berkaca pada dua pernikahan putrinya yang berakhir dengan perceraian.
Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan Soekarno tetap menikahi Inggit pada 24 Maret 1923. Pernikahan keduanya disahkan dengan Surat Keterangan Kawin No 1138 tertanggal 24 Maret 1923 berbahasa Sunda dan bermeterai 15 sen.
Setelah resmi menikah, Inggit Garnasih selalu mendampingi Soekarno dalam aktivitasnya. Dia selalu berada di sampingnya dan memberikan dukungan moral terhadap suaminya ini. Sebagai contoh, ketika Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927, Inggit menjadi orang pertama yang mendukungnya.
Kemudian, ketika Bung Karno di penjara, setiap minggu Inggit selalu menjenguknya. Hal inilah yang membuat semangat Soekarno tidak pernah surut dalam menegakan perjuangannya.
Lihat Juga :