Wacana Depok Gabung Jakarta, Perindo Paparkan Tiga Hal yang Perlu Menjadi Pertimbangan
Senin, 18 Juli 2022 - 21:57 WIB
loading...
Ketua Umum DPP Pemuda Partai Perindo Effendi Syahputra menyatakan, penggabungan beberapa daerah penyangga dengan Jakarta bertujuan untuk memudahkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wacana daerah penyangga DKI Jakarta bergabung dengan Ibu Kota kembali muncul ke permukaan. Kali ini ide tersebut dilontarkan Wali Kota Depok, Mohammad Idris.
Tak hanya Depok, Idris juga mengusulkan beberapa daerah penyangga lain seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor untuk bergabung dengan Jakarta Raya.
Merespons hal tersebut, Ketua Umum DPP Pemuda Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra menyatakan, penggabungan beberapa daerah penyangga dengan Jakarta bertujuan untuk memudahkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang terintegrasi di wilayah Kawasan Strategi Nasional (KSN) yakni Jabodetabek.
Baca juga: DPR Sebut Penggabungan Kota Depok ke DKI Jakarta Tidak Urgen
Khusus Depok, Effendi menyatakan sangat memungkinkan untuk bergabung dengan DKI Jakarta. Hal itu berdasarkan tiga aspek tinjauannya. Pertama, terkait masalah geografi. Menurutnya, Kota Depok memang secara persis berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta. Tanda perbatasan dua daerah beda provinsi itu pun tidak terlihat secara gamblang. "Terkadang secara de facto, Depok itu secara geografis sudah dianggap Jakarta juga," kata Effendi kepada MNC Portal Indonesia, Senin (18/7/2022).
Baca juga: Pemuda Perindo Kritisi Banyaknya Oknum dalam Penyelewengan Hukum
Kedua, secara demografis masyarakat Depok banyak yang bekerja di Jakarta. Tidak hanya mencari nafkah, warga Depok juga berkegiatan lain seperti rekreasi, keagamaan dan lain sebagainya yang menyebabkan pergerakan manusia secara masif dari dan menuju dua daerah yang dimaksud setiap hari. Dengan begitu menurutnya, warga Jakarta dan Depok mempunyai kesamaan karakteristik.
Tak hanya Depok, Idris juga mengusulkan beberapa daerah penyangga lain seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor untuk bergabung dengan Jakarta Raya.
Merespons hal tersebut, Ketua Umum DPP Pemuda Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra menyatakan, penggabungan beberapa daerah penyangga dengan Jakarta bertujuan untuk memudahkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang terintegrasi di wilayah Kawasan Strategi Nasional (KSN) yakni Jabodetabek.
Baca juga: DPR Sebut Penggabungan Kota Depok ke DKI Jakarta Tidak Urgen
Khusus Depok, Effendi menyatakan sangat memungkinkan untuk bergabung dengan DKI Jakarta. Hal itu berdasarkan tiga aspek tinjauannya. Pertama, terkait masalah geografi. Menurutnya, Kota Depok memang secara persis berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta. Tanda perbatasan dua daerah beda provinsi itu pun tidak terlihat secara gamblang. "Terkadang secara de facto, Depok itu secara geografis sudah dianggap Jakarta juga," kata Effendi kepada MNC Portal Indonesia, Senin (18/7/2022).
Baca juga: Pemuda Perindo Kritisi Banyaknya Oknum dalam Penyelewengan Hukum
Kedua, secara demografis masyarakat Depok banyak yang bekerja di Jakarta. Tidak hanya mencari nafkah, warga Depok juga berkegiatan lain seperti rekreasi, keagamaan dan lain sebagainya yang menyebabkan pergerakan manusia secara masif dari dan menuju dua daerah yang dimaksud setiap hari. Dengan begitu menurutnya, warga Jakarta dan Depok mempunyai kesamaan karakteristik.
Lihat Juga :