Yasonna Ungkap Pesan Jokowi: Hemat Anggaran, Antisipasi Krisis
Senin, 18 Juli 2022 - 18:57 WIB
loading...
Menkumham Yasonna Laoly mengingatkan, persoalan dunia masih menghantui Indonesia. Salah satunya, perang Rusia-Ukraina yang berdampak krisis pangan dan energi. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly mengingatkan, persoalan dunia masih menghantui bangsa Indonesia. Salah satunya, perang antara Rusia dengan Ukraina yang berdampak pada krisis pangan dan energi.
Mengutip pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Yasonna meminta agar semua pihak bisa menghemat anggaran. Hal itu, kata Yasonna, untuk mengantisipasi krisis pangan dan energi yang sedang melanda seluruh dunia.
Baca juga: Megawati Khawatir Krisis seperti Sri Lanka, Fahri Hamzah: Untung Ibu Ngomong
"Saya perlu mengingatkan kita semua, rangkaian persoalan dunia masih tetap menghantui kita semua. Akibat perang Ukraina dan Rusia masih mengakibatkan persoalan besar krisis energi, krisis pangan," kata Yasonna saat Seminar Nasional dalam rangka menyambut Hari Kementerian Hukum dan HAM ke-77, Senin (18/7/2022).
"Oleh karenanya, Presiden mengingatkan kita semua untuk selalu berhati-hati dan melakukan kegiatan-kegiatan secara terencana dengan baik, dan melakukan penghematan anggaran agar kita dapat melewati masa-masa sulit ini," sambungnya.
Baca juga: Jokowi Mulai Khawatir, Krisis Pangan dan Energi Muncul di Mana-mana
Lebih lanjut Yasonna juga menerangkan, tahun ini menjadi penanda kebangkitan Indonesia setelah dua tahun lebih terguncang akibat pandemi Covid-19. Meskipun, masih banyak persoalan dunia yang memang perlu diwaspadai.
Sejalan dengan itu, Indonesia untuk pertama kalinya juga memegang Presidensi Group of Twenty (G20) atau forum ekonomi utama dunia yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa, serta pewakilan dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank(WB) pada tahun ini.
Adapun, tema G20 kali ini yakni, Recover Together Recover Stronger. Tema tersebut, dibeberkan Yasonna, bukanlah tanpa makna. Kata Yasonna, tema ini menggambarkan solidaritas seluruh negara anggota G20 termasuk Indonesia.
"Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita tidak hanya pulih, namun juga menjadi lebih kuat," sambungnya.
Mengutip pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Yasonna meminta agar semua pihak bisa menghemat anggaran. Hal itu, kata Yasonna, untuk mengantisipasi krisis pangan dan energi yang sedang melanda seluruh dunia.
Baca juga: Megawati Khawatir Krisis seperti Sri Lanka, Fahri Hamzah: Untung Ibu Ngomong
"Saya perlu mengingatkan kita semua, rangkaian persoalan dunia masih tetap menghantui kita semua. Akibat perang Ukraina dan Rusia masih mengakibatkan persoalan besar krisis energi, krisis pangan," kata Yasonna saat Seminar Nasional dalam rangka menyambut Hari Kementerian Hukum dan HAM ke-77, Senin (18/7/2022).
"Oleh karenanya, Presiden mengingatkan kita semua untuk selalu berhati-hati dan melakukan kegiatan-kegiatan secara terencana dengan baik, dan melakukan penghematan anggaran agar kita dapat melewati masa-masa sulit ini," sambungnya.
Baca juga: Jokowi Mulai Khawatir, Krisis Pangan dan Energi Muncul di Mana-mana
Lebih lanjut Yasonna juga menerangkan, tahun ini menjadi penanda kebangkitan Indonesia setelah dua tahun lebih terguncang akibat pandemi Covid-19. Meskipun, masih banyak persoalan dunia yang memang perlu diwaspadai.
Sejalan dengan itu, Indonesia untuk pertama kalinya juga memegang Presidensi Group of Twenty (G20) atau forum ekonomi utama dunia yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa, serta pewakilan dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank(WB) pada tahun ini.
Adapun, tema G20 kali ini yakni, Recover Together Recover Stronger. Tema tersebut, dibeberkan Yasonna, bukanlah tanpa makna. Kata Yasonna, tema ini menggambarkan solidaritas seluruh negara anggota G20 termasuk Indonesia.
"Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita tidak hanya pulih, namun juga menjadi lebih kuat," sambungnya.
(maf)
Lihat Juga :