Masa Pandemi Virus Corona, Hasil Kinerja KBN Meningkat

Jum'at, 26 Juni 2020 - 21:35 WIB
loading...
Masa Pandemi Virus Corona,...
Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), kinerja PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) terus meningkat. Foto/Ilustrasi/Okezone
A A A
JAKARTA - Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) , kinerja PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) terus meningkat. Pada semester pertama 2020, PT KBN (Persero) berpotensi membukukan laba bersih sebesar Rp117,81 miliar. Angka tersebut meningkat dibanding laba yang dicapai sepanjang 2019 sebesar Rp92,6 miliar. Sementara aset KBN kini tercatat sebesar Rp2,367 triliun.

Direktur Utama PT KBN (Persero) HM Sattar Taba menjelaskan, pandemi Covid-19 memang berdampak terhadap perekonomian nasional, bahkan global. Aktivitas bisnis menurun terkait dampak kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah guna mengendalikan penyebaran virus corona.

”Tapi di tengah kesulitan selalu ada peluang. Seluruh jajaran KBN bekerja keras memanfaatkan peluang yang ada. Sebagai perusahaan pengelola kawasan industri, kami menarik minat investor yang usahanya tidak begitu terdampak oleh Covid-19,” kata Sattar Taba melalui keterangan tertulis, Jumat (26/6/2020).

Kinerja PT KBN (Persero) mengalami peningkatan signifikan. Mantan Direktur Utama Semen Tonasa ini berhasil mendongkrak laba KBN di tahun pertamanya menjadi Direktur Utama.

Pada 2013, laba KBN melonjak drastis menjadi Rp240,25 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp41,18 miliar. Aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp1,257 triliun dibanding 2012 yang sebesar Rp841 miliar. Pada 2014, laba KBN kembali meningkat menjadi Rp265 miliar dengan aset mencapai Rp1,7 triliun.

Saat ini PT KBN (Persero) sedang mengembangkan Takalar Integrated Industrial Park (TIIP) di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Letaknya strategis karena dilewati alur pelayaran internasional yakni Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2 dengan jarak ke pelabuhan terdekat sekitar 25 kilometer.

TIIP merupakan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan berkonsep multi cluster industries yang didukung infrastruktur kawasan lengkap. TIIP rencananya dibangun di atas lahan seluas 3.500 hektare dengan perincian 2.600 hektare untuk kawasan industri, 100 hektare kawasan pelabuhan, 100 hektare kawasan perumahan dan komersial, serta 45 hektare menjadi kawasan golf.

(Baca juga: Ramai-Ramai Menguji 'Kekebalan' UU Covid-19 )

Sementara, di kawasan industri, seluas 1.000 hektare dijadikan bonded recycling nonferrous metals processing industry atau industri pengolahan logam bukan besi dan dikerjakan dalam beberapa tahap.

Sebanyak 50 perusahaan daur ulang (recycling) asal China di bawah bendera CMRA telah menyatakan kesiapannya bergabung di kawasan industri baru ini dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp40 triliun. Nilai produksi diperkirakan mencapai Rp200 triliun per tahun setelah konstruksi selesai. Investasi ini menyerap 5.000 tenaga kerja langsung, dan mendorong terbukanya 10.000 lapangan kerja tidak langsung.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesan Suryopratomo untuk...
Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha
Sahroni Nilai Aksi Premanisme...
Sahroni Nilai Aksi Premanisme dalam Dunia Usaha Harus Diberantas
ESG Bukan Sekadar Tren,...
ESG Bukan Sekadar Tren, tetapi Kebutuhan untuk Tetap Kompetitif
Unhas Kerja Sama dengan...
Unhas Kerja Sama dengan Asprindo: Mutual Benefit Dunia Akademis dan Usaha
Perkuat Sinergitas,...
Perkuat Sinergitas, Kompolnas Diharapkan Miliki Komisioner Paham Dunia Usaha
Pontjo Sutowo Minta...
Pontjo Sutowo Minta Pelayanan Dunia Usaha Berlandaskan Agama
Solusi Logistik Modern:...
Solusi Logistik Modern: Kunci Sukses Bisnis Tekan Biaya dan Efisiensi Operasional
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
Membaca Peluang di Tengah...
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Perempuan Pengusaha Tekankan Kolaborasi
Rekomendasi
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Berita Terkini
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved