TNI AL Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana untuk Masyarakat Pesisir
Kamis, 14 Juli 2022 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
Budaya sadar bencana harus di mulai dari kesadaran individu, keluarga dan kelompok, serta di lingkungan sekolah juga sampai pada kelompok masyarakat bawah. Untuk membangun Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi bencana maka semua kalangan harus memiliki kesadaran akan cinta terhadap lingkungan di sekitarnya, sebab penanggulangan bencana adalah urusan bersama semua orang bukan hanya pada orang-orang tertentu saja.
”Pada saat ini masih kurang pemahaman masyarakat tentang pengetahuan akan ancaman bahaya bencana dan sikap sadar bencana yang belum menjadi perilaku sehari–hari. Hal ini menjadi perhatian khusus TNI Angkatan Laut dalam upaya mewujudkan tujuan Dawilhanla dalam perspektif kepentingan masyarakat,” katanya.
Menurut Suradi, langkah antisipasi siaga bencana tersebut mampu menekan angka korban jiwa dan memahami langkah-langkah pertama yang harus diambil saat terjadi bencana. Adapu materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut meliputi sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami; penanganan korban gempa bumi dan tsunami; sistem komando penanganan darurat bencana; mekanisme penanganan kelompok rentan, penyandang disabilitas dan pengungsi, penanganan hewan ternak di daerah gempa bumi dan tsunami, manajemen kesiapsiagaan bencana, prosedur pelaksanan proses evakuasi mandiri dari ancaman resiko.
”Pelatihan selama 3 hari ini diakhiri dengan simulasi kesiapsiagaan bencana dan evakuasi mandiri masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Pelatihan ini melibatkan personel TNI, Polri, Pemda setempat, BPBD, Basarnas, BMKG, pelajar dan masyarakat Maritim,” katanya.
Penutupan Latgulben dilaksanakan melalui rangkaian upacara dipimpin langsung oleh Komandan Lantamal XIV Laksamana Pertama TNI Imam Musani.
”Pada saat ini masih kurang pemahaman masyarakat tentang pengetahuan akan ancaman bahaya bencana dan sikap sadar bencana yang belum menjadi perilaku sehari–hari. Hal ini menjadi perhatian khusus TNI Angkatan Laut dalam upaya mewujudkan tujuan Dawilhanla dalam perspektif kepentingan masyarakat,” katanya.
Menurut Suradi, langkah antisipasi siaga bencana tersebut mampu menekan angka korban jiwa dan memahami langkah-langkah pertama yang harus diambil saat terjadi bencana. Adapu materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut meliputi sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami; penanganan korban gempa bumi dan tsunami; sistem komando penanganan darurat bencana; mekanisme penanganan kelompok rentan, penyandang disabilitas dan pengungsi, penanganan hewan ternak di daerah gempa bumi dan tsunami, manajemen kesiapsiagaan bencana, prosedur pelaksanan proses evakuasi mandiri dari ancaman resiko.
”Pelatihan selama 3 hari ini diakhiri dengan simulasi kesiapsiagaan bencana dan evakuasi mandiri masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami. Pelatihan ini melibatkan personel TNI, Polri, Pemda setempat, BPBD, Basarnas, BMKG, pelajar dan masyarakat Maritim,” katanya.
Penutupan Latgulben dilaksanakan melalui rangkaian upacara dipimpin langsung oleh Komandan Lantamal XIV Laksamana Pertama TNI Imam Musani.
(cip)
Lihat Juga :