Langkah Pasti Indonesia dalam Konferensi G20

Selasa, 12 Juli 2022 - 10:08 WIB
loading...
Langkah Pasti Indonesia...
Boyke Novrison (Foto:Ist)
A A A
Boyke Novrison
Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo Bidang Kajian Strategis - Pembinaan Organisasi Sayap dan Pembinaan Hubungan Antar Organisasi

KONFERENSI tingkat tinggi G20 atau disebut Group of Twenty yang akan diselanggarakan di Bali pada 15 -16 November 2022, merupakan sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa.

Ada 6 butir kesepakatan tentang ekonomi juga kebijakannya yang telah diagendakan dan akan dibahas diantaranya, pertama, prospek ekonomi global dan risiko; kedua, nornalisasi kebijakan terkait pandemi; ketiga, dampak jangka panjang pandemi; keempat, jaring pengaman keuangan internasional; kelima, isu-isu hutang negara miskin; dan keenam, uang digital Bank Sentral (Central Bank Digital Currency).

Dari keseluruhan 6 butir pembahasan ini, tentunya Indonesia sebagai sebuah negara berkembang sangat memiliki kepentingan yang sangat besar dalam tujuan utamanya membangkitkan juga membenahi gairah sektor ekonomi negara baik secara makro maupun mikro setelah hampir tiga tahun kebelakang terhempas karena imbas begitu kuatnya tragedi dunia Covid-19.

Dengan menjadi Presidensi G20, tentunya Indonesia sebagai negara berkembang sangat berharap kepercayaan publik internasional dalam sektor ekonomi dapat kian kuat. Para pelaku usaha multinasional dari seluruh dunia juga dapat kembali memiliki kepercayaan dan kenyamanan dalam berinvestasi ekonomi dalam sektor apapun. Di sisi lainnya ketika Indonesia menjadi Presidensi G20 dari sisi nasionalisme tentunya ada keinginan membangkitkan kembali perekonomian nasional secara luas karena Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat berlimpah yang negara lain tidak memilikinya. Sehingga dengan itu di kemudian hari secara ekonomi Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara berkembang lainnya bahkan negara maju di dunia.

Selain memimpin pembahasan agenda-agenda reformasi ekonomi dan keuangan global untuk menciptakan tata kelola dan lingkungan operasional ekonomi dan keuangan dunia yang lebih baik serta mendukung proses pemulihan ekonomi global, Indonesia juga begitu kuat menyuarakan tentang nilai-nilai moral secara ekonomi dunia yang terdampak Covid-19. Juga mengambil peran penting dalam komunike pertama secara khusus membahas masa depan ekonomi negara-negara miskin dunia yang terdampak Covid 19, dari segi bantuan kemanusiaan juga keuangan secara langsung serta juga mencari solusi ekonomi masa depan bagi negara-negara miskin di dunia.

Selain itu dalam komunike selanjutnya, akan menjadi landasan untuk pembahasan lebih detail dalam forum kelompok kerja (working group). Ada 6 (enam) agenda penting ekonomi yang akan dibahas dalam perumusan komunike ini, di antaranya: perekonomian dan kesehatan global, arsitektur keuangan internasional, isu sektor keuangan, keuangan berkelanjutan, infrastruktur, dan perpajakan internasional.

Dari sisi lainnya secara moral hadirnya Presiden Jokowi dan Ibu Negara beserta rombongan mewakili Indonesia dalam misi perdamaian dan kemanusiaan ke Rusia dan Ukraina mendapatkan sorotan dunia internasional.

Tentunya ini berdampak sangat positif untuk Indonesia dimata publik internasional, baik dari sisi politik internssional maupun dari sisi ekonomi di tengah tantangan Indonesia untuk bangkit dari keterperosokan ekonomi pasca Covid-19.

Bukan hanya Indonesia yang mengalami kemerosotan ekonomi, namun ada indikasi dan persepsi dari para ahli ekonomi dunia yang mengatakan akan banyak negara-negara di dunia yang akan mengalami resesi ekonomi secara nasional, di antaranya Sri lanka, Sudan, Afghanistan, Venezuela, Rusia. dan Sejumlah negara di Timur Tengah.

Patut kita syukuri bahwa Indonesia tidak masuk dalam persepsi ataupun negara yang terindikasi akan mengalami krisis ekonomi nasional atau negara resesi. Oleh karenanya mari kita mendukung langkah-langkah pemerintah dalam turut serta menyukseskan agenda G20.

Semoga keberhasilan terlaksananya agenda G20 ini menjadi salah satu pintu masuk untuk membangkitkan perekonomian nasional pasca-Covid-19, serta juga akan menambah kepercayaan publik internasional para pelaku usaha ekonomi dunia untuk berinvestasi secara baik di Indonesia.

Juga jadi harapan kita semua pada suatu saat nanti kita akan menjadi negara yang sangat kuat dalam sektor pangan, dan negara yang berhasil menjadi negara swasembada dengan segala kekayaan alamnya yang sangat berlimpah.

Dan, harapan kita semua kelak Indonesia akan muncul dan hadir sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang berujung kepada negara yang sejahetra secara ekonomi, penduduknya humanis dan berdiri dengan demokrasi serta kuat secara politik baik nasional maupun internasional.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Pesan Suryopratomo untuk...
Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha
Sejalan dengan Target...
Sejalan dengan Target Presiden, Menko Muhaimin Kawal Ekonomi 2026 Pro Rakyat
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Rekomendasi
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Shakira Guncang Pembukaan...
Shakira Guncang Pembukaan Piala Dunia 2026, Azteca Bergemuruh
Berita Terkini
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved