Mahfud MD: Kegagalan Pemerintah Banyak Ditiupkan di Medsos yang Sangat Brutal

Senin, 11 Juli 2022 - 20:15 WIB
loading...
Mahfud MD: Kegagalan...
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bersyukur dengan hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI) yang menyebut kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah terus naik. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bersyukur dengan hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI) yang menyebut kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah terus naik. Begitu juga dalam setiap sektor, baik ekonomi, keamanan, politik, demokrasi dan juga keamanan nasional.

Mahfud menuturkan, pemerintah selalu menjadikan hasil survei dari lembaga kredibel untuk mengambil langkah perbaikan. “Kita selalu diskusikan hasilnya untuk melakukan langkah-langkah perbaikan," kata Mahfud menanggapi survei IPI yang bertajuk "Evaluasi Publik terhadap Kinerja Pemerintah dalam bidang Ekonomi, Politik, Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi" secara daring, Senin (11/7/2022).

Mahfud melanjutkan, pemerintah juga bersyukur bahwa pandangan masyarakat terhadap pemerintah itu tidak statis, selalu berubah sesuai dengan perkembangan atau perubahan kinerja pemerintahan. Seperti misalnya pada April 2022 menurun karena ada masalah ekonomi dan politik, seperti penundaan pemilu dan masalah lainnya.

Baca juga: Mahfud MD Tegaskan Indonesia Tak Pernah Disorot PBB soal Pelanggaran HAM



"Nah sekarang sesudah pemerintah merespons itu semua dengan langkah-langkah kebijakan yang menjanjikan untuk perbaikan, lalu naik lagi," ujarnya.

Kemudian, sambung Mahfud, pihaknya juga melihat bahwa masyarakat ternyata lebih objektif dan tidak sama dengan yang ada di medsos. "Tetapi setiap ada survei selalu baik-baik saja gitu, masyarakat pada umumnya itu baik karena sebenarnya kesan-kesan kegagalan itu lebih banyak ditiupkan oleh medsos yang sangat brutal," ungkap Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengakui di medsos itu ada yang mendukung pemerintah, dan ada yang tidak. Tetapi itu tidak mencerminkan hasil sebenarnya kinerja pemerintah, karena yang sebenarnya hasil-hasil survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang kredibel.

Contohnya saja soal kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM), di medsos selalu dikatakan bahwa pelanggaran HAM berat di Indonesia disorot PBB, nyatanya tidak karena ia baru saja berkunjung ke markas Dewan HAM PBB. "Hak asasi manusia selalu saja pemerintah itu diserang jelek, sudah disoroti oleh PBB, PBB sudah membentuk tim yang akan menyelidiki pelanggaran HAM di Indonesia dan sebagainya. Itu ternyata hanya ada di medsos,” imbuhnya.

“Karena kemarin saya tanggal 13 dan 14 Juni datang sendiri ke Markas Dewan HAM PBB, sama sekali pemerintah Indonesia itu enggak dapat sorotan apapun dalam penegakan hukum, yang disorot justru adalah Turki, Inggris, Rusia, Korea Utara, Brasil dan sebagainya. Ada 449 negara yang disebut ini 49, itu 18 ya ada peningkatan, 31 itu memburuk. Dan di Indonesia tidak ada di situ," terang Mahfud.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Rekomendasi
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Berita Terkini
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved