PDIP dan Kelompok Penolak RUU HIP Diminta Tak Terlalu Reaksioner

Jum'at, 26 Juni 2020 - 13:13 WIB
loading...
PDIP dan Kelompok Penolak...
Massa aksi DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jakarta Timur mendatangi Markas Kepolisian Metro Jakarta Timur, Kamis (25/6/2020). Foto/SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago memandang aksi pembakaran bendera partai politik tetap tak bisa dibenarkan. Ia melihat masih banyak cara yang bisa diperjuangkan kelompok penolak salah satunya cukup dengan aksi unjuk rasa sesuai tuntutan.

"Kita tetap minta agar PDIP dan Kelompok yang menolak keras RUU HIP untuk tidak terlalu reaksioner. Lakukan cita-cita menjaga/mengawal Pancasila dengan jalan trayek konstitusi yang terukur, termasuk melobi parpol agar membatalkan RUu HIP tersebut. Namun tetap cara atau jalan kekerasan kurang tepat," katanya saat dihubungi SINDOnews, Jumat (26/6/2020).

Pangi menganggap, muculnya reaksi dua kelompok ini tak lepas dari rangkaian panjang atau hubungan kausalitas, ada sebab dan ada akibat, jadi bentangan empiris dari level hulu sampai hilirnya. Namun idealnya tetap diselesaikan dengan kepala dingin, tidak dengan pikiran liar, asumsi dan dugaan, tapi perjuangan yang terukur dan terstruktur jauh lebih elegan, cara atau perilaku dalam menolak RUU HIP juga menjadi bagian penting.(Baca juga: Aparat Diminta Antisipasi Aksi Balas Dendam Pembakaran Bendera Parpol )

Menurut dia, munculnya isu ini juga menjadi momentum dan pengingat semua pihak bahwa jangan pernah benturkan agama dengan Pancasila, atau jangan coba-coba benturkan antara nasionalis dan agama. Sebab, hakikatnya semua saling mengisi dan saling berkaitan antara nasionalisme dan Islam.

"Mereka tak bisa berdiri sendiri, mereka saling mengisi kekurangan, saling berdiskusi dan ego masing-masing kelompok. Saya berharap diturunkan tensinya," tutur dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Banteng Muda Indonesia...
Banteng Muda Indonesia Galang Dana Bantu Korban Banjir Bali dan NTT
Begini Cara BMI Perkenalkan...
Begini Cara BMI Perkenalkan Sosok Presiden ke-1 RI Soekarno kepada Generasi Muda
Rekomendasi
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
4 Suporter Tewas, Meksiko...
4 Suporter Tewas, Meksiko Perketat Pengamanan Jelang Lawan Inggris
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
Berita Terkini
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved