Banteng Muda Indonesia Minta Pelaku Pembakaran Bendera PDIP Ditangkap

Kamis, 25 Juni 2020 - 22:52 WIB
loading...
Banteng Muda Indonesia...
Massa dari GNPF-Ulama dan sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 menuntut dibatalkannya RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juni 2020. Foto/SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Organisasi sayap partai PDIP, Banteng Muda Indonesia (BMI) meminta aparat kepolisian mencari dan menangkap para pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam aksi demonstrasi yang digelar PA 212 di depan Gedung DPR RI, Rabu, 24 Juni 2020 kemarin.

Sekjen DPP BMI, Anthoni Wijaya mengatakan, pembakaran bendera partai PDI Perjuangan merupakan salah satu perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, bendera partai adalah sebuah identitas yang sah dan dilindungi oleh undang-undang. Dengan demikian membakar bendera partai politik sama halnya dengan melanggar ketentuan undang-undang. (Baca juga: Pembakaran Bendera PDIP, Mega Perintahkan Kader Rapatkan Barisan)

"Membakar bendera partai politik adalah perbuatan melanggar hukum, sehingga kami meminta aparat penegak hukum untuk menangkap para pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam aksi menolak RUU HIP di depan DPR RI kemarin," kata Anthony, Kamis (25/6/2020). (Baca juga: Bentangkan Bendera, PDIP Jaktim: Kami Bukan PKI, Kami Penjaga NKRI)

Dia menambahkan, Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi. Dalam sistem demokrasi menyampaikan pendapat di muka umum adalah hal yang lumrah dan dilindungi oleh konstitusi. Namun, apabila menyampaikan pendapat di muka umum itu dilakukan dengan cara-cara yang bertentangan dengan undang-undang dan memprovokasi masyarakat, maka aparat penegak hukum harus berani mengambil langkah tegas untuk menindak para pelaku pembakar bendera partai PDI Perjuangan itu. "Membakar bendera partai adalah bentuk provokasi terhadap masyarakat. Maka aparat kepolisian tidak boleh takut dengan oknum-oknum yang dengan sengaja memprovokasi masyarakat, yang membuat bangsa ini terpecah belah," ujarnya. (Baca juga: Ketua Komisi III DPR Minta Kapolri Usut Pembakaran Bendera PDIP)

Sebagaimana diketahui, ribuan masa yang tergabung dalam Perhimpunan Alumni (PA 212) kemarin melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Mereka menolak pembahasan RUU HIP yang saat ini tengah digodok di DPR RI. Dalam aksinya masa aksi membakar bendera partai PDI Perjuangan. Bahkan insiden pembakaran bendera partai berlambang banteng moncong putih itu sampai menyulut reaksi kader-kader PDIP dengan menggelar aksi demonstrasi menuntut agar polisi menangkap pelaku pembakaran hari ini.

Di hari yang sama, Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah harian kepada seluruh kader Partai untuk terus merapatkan barisan. Namun Megawati tetap mengingatkan agar kader tak terprovokasi dan mengedepankan proses hukum. rakhmat
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
PDIP Kembali Tegaskan...
PDIP Kembali Tegaskan Posisinya Jadi Mitra Strategis Pemerintah: Kami Tidak Nyinyir
PDIP Soroti Perlindungan...
PDIP Soroti Perlindungan Hukum Pihak Ketiga dalam RUU Perampasan Aset
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
Roy Suryo Orasi di Atas...
Roy Suryo Orasi di Atas Mobil Komando, Bantah Tak Hafal Lagu Indonesia Raya
Rampai Nusantara: Gerakan...
Rampai Nusantara: Gerakan Mahasiswa Jangan Sampai Ditunggangi Kepentingan Politik
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Jelang Demo Ojol, Polisi...
Jelang Demo Ojol, Polisi Siapkan Blokade di Jalan Medan Merdeka Selatan
3.067 Personel Polri...
3.067 Personel Polri Dikerahkan Amankan Demo di Jakpus Hari Ini
Rekomendasi
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Drawing Campus League...
Drawing Campus League Basketball The Nationals 2026: Berebut Predikat Kampus Terbaik Indonesia
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved