Romo Benny Susetyo: Koalisi Parpol Harus Memiliki Visi

Minggu, 03 Juli 2022 - 11:33 WIB
loading...
Romo Benny Susetyo: Koalisi Parpol Harus Memiliki Visi
Romo Benny Susetyo mengatakan untuk memperoleh pemimpin yang visioner, koalisi parpol harus pula mmpunyai visi. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Pakar dan pengamat komunikasi politik, Antonius Benny Susetyo, mengungkapkan opininya mengenai maraknya koalisi-koalisi yang dikabarkan di media menjelang tahun 2024. Hal ini diungkapkan lelaki yang dikenal dengan Romo Benny itu dalam video di Kanal Youtube Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN), dalam segmen "Jangan Julid Bosque Bersama Om Ben" dengan judul "KOALISI PARTAI POLITIK UNTUK SIAPA?"

Menurut Romo Benny koalisi politik yang ada selama ini memiliki sifat sementara. "Koalisi ini sementara, untuk memenuhi target kursi 20%, yang sampai saat ini hanya dimiliki oleh PDI-P. Maka, partai politik (parpol) lainnya mencari partner, mitra. Ini sebenarnya koalisi yang pragmatis, bukan koalisi dengan memiliki visi untuk membangun dan memajukan suatu bangsa. Yang penting adalah mendapatkan kekuatan dan kekuasaan," tuturnya.

Baca juga: Romo Benny: Penguatan Ideologi Tangkal Radikalisme

Dia pun menyoroti isu-isu global yang terjadi saat ini, dan kaitannya dengan koalisi yang ideal. "Ada konflik Ukraina-Rusia, yang menyebabkan krisis pangan global. Seharusnya, koalisi memiliki visi-visi untuk menjawab tantangan global, yaitu ketahanan pangan, penguasaan teknologi informasi, dan menghadapi situasi Covid-19, bahan bisa memiliki kemampuan memproduksi vaksin. Ini visi ketahanan kita; ini preventif, bukan sekedar kreatif," jelasnya.

Benny pun menunjuk pada kriteria pemimpin Indonesia di masa depan. "Pemimpin masa depan bukan hanya seorang yang strong leader, tetapi harus seorang yang visioner, mampu melihat dan mampu mengangkat martabat Indonesia. Contohnya Bung Karno. Dia visioner yang betul mampu mengangkat bangsa terjajah menjadi merdeka dan bergengsi, bahkan mengadakan Konferensi Asia-Afrika. Setelah Soekarno, Indonesia belum punya pemimpin yang visioner seperti ini."

"Presiden ke depan haruslah seorang yang memiliki visi, mampu berdaulat di bidang politik, ekonomi, dan budaya. Harapannya untuk koalisi-koalisi yang terjadi sekarang bukanlah mencari kawan, tetapi harus memiliki agenda perubahan yang mampu mengangkat martabat Indonesia," katanya.

Ditanya mengenai pendapatnya soal parpol yang ada dan visi mereka, Benny pun menjawab bahwa masyarakat harus optimis.

"Kita harus optimis, bahwa parpol mementingkan kepentingan bangsa dan negara, bukan cuma merebut kekuasaan. Parpol sebaiknya jangan berpolitik 'saya dapat apa', tetapi harus menghayati bahwa politik itu panggilan untuk menjadi pelayan publik," jawabnya.



"Politik itu harus memiliki dua dimensi, dimensi manusiawi dan ilahi, yang adalah politik itu panggilan etis untuk wujudnya kesejahteraan umum. Elit politik harus mewujudkan cita-cita Pembukaan UUD 1945."

Benny menambahkan pemikirannya bahwa jangan sampai tahun 2024 menjadi politik yang tidak etis. "Yang ditakutkan saat ini adalah politik tanpa gagasan dicampur dengan politik identitas. Hal ini memunculkan emosi, pertarungan jadi pragmatis. Ini tidak boleh terjadi," sebutnya.

Benny menutup pernyataan dengan suatu harapan. "Semoga hal ini tidak terjadi. Koalisi harus menampilkan agenda perubahan, harus memiliki visi, sehingga Indonesia memiliki martabat di konteks dunia internasional," tutupnya.
(muh)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1855 seconds (11.252#12.26)