Bung Karno dan Ekonomi Syariah

Jum'at, 01 Juli 2022 - 15:36 WIB
loading...
A A A
Sejak usia muda, Bung Karno selalu berupaya menyintesis konsep dan persatuan politik, walaupun saat itu gerakan kemerdekaan terdiri dari kekuatan-kekuatan politik yang beragam. Untuk menciptakan persatuan, Bung Karno mengedepankan persamaan dibanding perbedaan.

Menyingkirkan ego/kepentingan kelompok untuk mencapai kepentingan bangsa yang lebih besar. Spirit inilah yang juga kita butuhkan saat ini. Persatuan politik perlu diperkuat untuk mencapai persatuan ekonomi, yaitu kesejahteraan bangsa secara umum.

Komitmen Ekonomi Syariah
Kesejahteraan adalah salah satu tujuan nasional kita yang terdapat pada UUD 1945 alinea ke-4, yang berbunyi “...melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”

Agenda kesejahteraan ini juga menjadi tujuan utama dari ekonomi dan keuangan syariah dalam falah atau tercapainya kesejahteraan yang mencakup kebahagiaan (spiritual) dan kemakmuran (material) pada tingkatan individu dan masyarakat. Tiga pilarnya, pertama adalah aktivitas ekonomi yang berkeadilan dengan menghindari eksploitasi berlebihan, excessive hoardings, unproductive, spekulatif, dan kesewenang-wenangan.

Kedua, adanya keseimbangan aktivitas di sektor rill-finansial, pengelolaan risk-return, aktivitas bisnis-sosial, aspek spiritual-material, dan asas manfaat-kelestarian lingkungan. Ketiga, orientasi pada kemaslahatan yang berarti melindungi keselamatan, kehidupan beragama, proses regenerasi, serta perlindungan keselamatan jiwa, harta, dan akal.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam artikel masyhur “Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme” yang dimuat dalam surat kabar Suluh Indonesia Muda pada 1926, Bung Karno menekankan begitu pentingnya menjunjung keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan dalam satu tarikan nafas.

“Kaum Islamis tidak boleh lupa, bahwa kapitalisme, musuh Marxisme itu, ialah musuh Islamisme pula! Sebab meerwaarde sepanjang paham Marxisme, dalam hakikatnya tidak lainlah daripada riba sepanjang paham Islam.

Meerwaarde, ialah teori: memakan hasil pekerjaan lain orang, tidak memberikan bagian keuntungan yang seharusnya menjadi bagian kaum buruh yang bekerja mengeluarkan untung itu, ….”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Pancasila Lahir Bukan...
Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Presiden: Sebuah Konsensus Agung
Prabowo: Bung Karno...
Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai
Megawati di Wisuda UBK:...
Megawati di Wisuda UBK: Jadilah Sarjana yang Benar-benar Mengabdi untuk Rakyat
Megawati Usulkan Konferensi...
Megawati Usulkan Konferensi Asia–Afrika Plus, untuk Apa?
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Mengenal Konsep Pemerataan...
Mengenal Konsep 'Pemerataan' Ekonomi dalam Islam
Rekomendasi
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved