Mengenal Pasukan Elite Yontaifib Beserta Tugas dan Keahliannya

Kamis, 30 Juni 2022 - 14:32 WIB
loading...
Mengenal Pasukan Elite...
Pasukan elite Yontaifib atau Batalyon Intai Amfibi ini memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara. Foto DOK Sindonews
A A A
JAKARTA - Pasukan elite Yontaifib atau Batalyon Intai Amfibi ini memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara. Pasukan yang dulu bernama Komandan Intai Para Amfibi (KIPAM) adalah satuan elit dalam Korps marinir yang mempunyai spesialis dalam pengintaian amfibi dan juga pengintaian khusus.

Untuk menjadi anggota pasukan elite Yontaifib, tentunya harus mengalami proses seleksi terlebih dahulu. Mereka dipilih dari prajurit marinir yang memenuhi beberapa syarat seperti fisik, mental, kesehatan dan telah mengabdi minimal dua tahun.

Baca juga : Mengenal Satuan Bravo 90, Pasukan Elite TNI AU

Seleksi yang paling terkenal untuk lolos menjadi pasukan elite Yontaifib ini adalah berenang sejauh 3 km dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

Dilansir dari militer, tugas pasukan elite Yontaifib itu adalah untuk menyediakan kekuatan serta membina kemampuan unsur-unsur amfibi ataupun pengintaian darat. Pasukan ini juga untuk melakukan operasi khusus dalam rangka pelaksanaan pendaratan amfibi.

Tugas pokok lainnya yaitu harus bisa melaksanakan pengamanan di berbagai obyek vital dan tokoh atau pejabat yang bernilai sangat penting (VIP). Jika dibutuhkan satuan pasukan Yontaifib bisa dilibatkan dalam operasi SAR biasa maupun SAR tempur.

Adapun kemampuan pasukan elite Yontaifib yakni menguasai prosedur, teknik, memiliki daya tahan fisik prima dan juga taktik dasar kemiliteran di tingkat perorangan maupun kompi.

Pasukan elite Yontaifib ini juga harus bisa merencanakan dan juga melaksanakan misi pengintaian amfibi di setiap operasi yang dilakukan di tingkat Batalyon atau Brigade Tim Pendarat (BTP). Selain itu, juga bisa merencanakan dan melaksanakan misi pengintaian darat di tingkat Batalyon atau Brigade Infanteri.

Sebelumnya pasukan elit Yontaifib ini akan lebih dulu diasah kemampuan dasarnya sebagai prajurit komando melalui program latihan fisik bertajuk Minggu Neraka (Hell Week). Jika bisa melaluinya maka akan diizinkan untuk mengikuti materi selanjutnya.

Dari pelatihan ini pasukan akan memiliki kemampuan yang unggul. seperti taktik perang, latihan pengintaian, renang jarak jauh dan harus sanggup melintasi perairan laut dan menembus tabir gelombang laut hingga setinggi 10 meter.

Baca juga : Pendidikan Pasukan Elite Raider Ditutup, Ini Pesan Khusus Danpusdiklatpassus

Sedangkan materi latihan aspek udara yang diterima oleh siswa, seperti air mobile, rappelling, helly water jump, STABO dan berbagai materi teknik terjun bebas. Setelah semuanya selesai siswa akan mendapatkan materi latihan operasi gerilya dan anti gerilya.

Pasukan elite Yontaifib juga dibekali dengan teknik dan taktik pertempuran dalam ruangan dalam operasi pembebasan sandera.

Penghujung program pendidikan, siswa yang lulus akan mendapatkan tanda kecakapan (brevet) tri media. Sebelum menerima brevet semua siswa harus mengikuti tradisi renang jarak jauh menyeberangi selat Madura.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
President Club Bersama...
President Club Bersama PSAPI dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia Gelar Peluncuran Buku Karya Chappy Hakim
Mahfud MD Sebut Militeristik...
Mahfud MD Sebut Militeristik Tak Cocok di Polri, Pakar: Perlu untuk Lindungi Rakyat
Menlu Sugiono Sebut...
Menlu Sugiono Sebut Pembahasan Overflight Access AS Masih Panjang
Selamat Ginting: Kalau...
Selamat Ginting: Kalau Situasinya Mengharuskan, Komcad Jadi Wajib Militer Saja
Pengamat Militer Selamat...
Pengamat Militer Selamat Ginting: Negara Kita Luas Cuma Punya 3 Kogabwilhan
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Rekomendasi
Kisah Vozinha: Kiper...
Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved