Strategi Akselerasi dan Keharusan Protokol Kesehatan

Kamis, 30 Juni 2022 - 10:56 WIB
loading...
A A A
Di Indonesia, CR adalah 5,82 per 1 juta penduduk, sangat jauh di bawah profil dunia. PR-nya 8,37%, masih cukup tinggi dibandingkan standar WHO sebesar 5%. Padahal, sebelumnya PR Indonesia sempat di bawah 1%. RR Indonesia 1,62, masih lebih tinggi dibanding target 1,0 dan lebih tinggi dari profil dunia.

Indikator lain yang tidak kalah penting adalah status vaksinasi. WHO menegaskan bahwa fase akut pandemi bisa terlewati bila 70% penduduk telah memperoleh vaksin lengkap. Pada tingkat global, proporsi penduduk yang telah tervaksinasi penuh adalah 60,7%. Di Indonesia cakupannya juga berkisar demikian. Meski belum memenuhi target WHO, cakupan ini sudah lumayan. Bila dilakukan penggenjotan, standar 70% dapat tercapai dalam beberapa bulan mendatang. Selain itu, meski cakupan belum mencapai 70%, survei tim Universitas Indonesia melaporkan bahwa 86,6% penduduk Indonesia telah memiliki antibodi; memiliki kekebalan. Antibodi ini dihasilkan oleh vaksin dan juga efek setelah terinfeksi.

Interpretasi sederhana data-data di atas: kasus masih terus berfluktuasi tetapi trennya sudah sangat menurun dibanding sebelumnya. Meski kasus masih berfluktuasi, tingkat kematian yang ditimbulkannya sudah sangat menurun. Kefatalannya sangat berkurang. Artinya, dibanding awal-awal pandemi, Covid-19 kini menjadi a less deadlly disease. Selain itu, jumlah kasus dan kematian akan semakin terkontrol karena efek proteksi yang dihasilkan vaksinasi serta antibodi pascainfeksi. Kasarnya, pendulum profil epidemiologis saat ini bergerak ke arah positif.

Tren positif di atas tercapai akibat makin adekuatnya penanganan pandemi. Saat awal pandemi, semua pihak kebingungan karena diterpa penyakit baru yang belum dikenal sebelumnya. Semuanya masih serba gelap. Kondisi saat ini sudah sangat beda. Kini, penyakit ini telah lebih bisa ditatalaksanai. Tes sudah tersedia di mana-mana dengan tingkat keakuratan tinggi dan harga terjangkau. Tenaga medis telah memiliki resources yang lebih memadai dan makin terlatih menangani penyakit ini. Penelitian terkait sudah sangat marak. Vaksinasi juga menyebar luas. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat jauh meningkat dibanding saat awal. Artinya, kita telah berada di atmosfer positif dan kondusif.

Akselerasi Terkontrol
Perjalanan pandemi mengajarkan prinsip krusial: setiap penatalaksanaan mesti menyeimbangkan aspek kesehatan dan aspek lain, terutama ekonomi. Harus ada keseimbangan dinamis antarsektor. Prioritas berlebihan sektor kesehatan, termasuk melakukan restriksi berlebihan, jelas mendestruksi sektor ekonomi. Malaysia, Selandia Baru, dan Vietnam adalah contoh negara yang sempat melakukan restriksi sangat ketat, termasuk berkali-kali lockdown. Akibatnya, aspek ekonomi negara-negara ini sempat terpuruk. Faktanya, hingga saat ini profil epidemiologis negara-negara ini masih berfluktuasi. Belum ada eliminasi konstan. Artinya, tidak ada jaminan bahwa restriksi maksimal bisa mengontrol pandemi.

Sebagian ahli sepakat bahwa metode penanggulangan terbaik saat ini adalah tarik-ulur. Restriksi diperketat bila profil epidemiologi memburuk dan diperlunak bila profil membaik. Penatalaksanaan ini menyeimbangkan iklim ekonomi dengan kesehatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Waspada Virus MERS,...
Waspada Virus MERS, Jemaah Haji Diminta Jaga Jarak dari Unta dan Terapkan Prokes
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
Rekomendasi
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Willy Winarko Ajak Anak...
Willy Winarko Ajak Anak Muda Berani Melangkah, Kenalkan Sepatu Edisi Khusus Weidenmann Urban
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved