Lahan Diserobot, Petani Sawit Kalsel Mengadu ke PBNU
Rabu, 29 Juni 2022 - 05:57 WIB
loading...
A
A
A
Namun dalam perjalanannya, ketika pohon sawit sudah berusia lima tahun lebih, PT JAL meminta lahan itu lagi. Sebagai gantinya, PT JAL hanya mengganti pohon sawit itu Rp35.000 per pohon ditambah Rp5.000 per satu tahun. Total ganti rugi yang diterima hanya Rp70.000 per pohon.
"Seharusnya kalau pasaran di sana itu harganya Rp1 juta lebih," kata Ahmad Fauzi, Ketua LSM Laskar Elang Borneo yang turut mendamping perwakilan pertani itu.
Menurut Ahmad Fauzi, petani tak berdaya dan tak bisa menolak, apalagi protes. Sebab, jika mereka menolak atau protes urusannya nyawa. Baca: PBNU Gandeng Peruri Percepat Transformasi Digital
Dia mencontohkan, pernah ada seorang pemilik lahan yang istrinya kebetulan menjadi PNS di daerah itu. Sang pemilik lahan protes, tapi tak lama kemudian, istri pemilik lahan itu dipindah kerjanya di tempat yang jauh dari keluarganya.
"Setiap gerakan petani dipantau. Jadi ancaman terhadap petani itu nyata. Semua hal bisa dilakukan oleh PT JAL itu," ujar dia.
Ketua PBNU Bidang Hukum, Pendidikan, dan Media, KH. Amin Said Husni berjanji akan mempelajari kasus itu. "Kami berkomitmen membantu apa yang menjadi kesulitan masyarakat," kata Amin.
"Seharusnya kalau pasaran di sana itu harganya Rp1 juta lebih," kata Ahmad Fauzi, Ketua LSM Laskar Elang Borneo yang turut mendamping perwakilan pertani itu.
Menurut Ahmad Fauzi, petani tak berdaya dan tak bisa menolak, apalagi protes. Sebab, jika mereka menolak atau protes urusannya nyawa. Baca: PBNU Gandeng Peruri Percepat Transformasi Digital
Dia mencontohkan, pernah ada seorang pemilik lahan yang istrinya kebetulan menjadi PNS di daerah itu. Sang pemilik lahan protes, tapi tak lama kemudian, istri pemilik lahan itu dipindah kerjanya di tempat yang jauh dari keluarganya.
"Setiap gerakan petani dipantau. Jadi ancaman terhadap petani itu nyata. Semua hal bisa dilakukan oleh PT JAL itu," ujar dia.
Ketua PBNU Bidang Hukum, Pendidikan, dan Media, KH. Amin Said Husni berjanji akan mempelajari kasus itu. "Kami berkomitmen membantu apa yang menjadi kesulitan masyarakat," kata Amin.
Lihat Juga :