Lahan Diserobot, Petani Sawit Kalsel Mengadu ke PBNU
Rabu, 29 Juni 2022 - 05:57 WIB
loading...
Sejumlah perwakilan petani dari Teluk Kepayang, Tanah Bumbu, dan Kota Baru Kalimantan Selatan mendatangi Kantor PBNU, Jakarta.Foto/Istimewa/PBNU
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah perwakilan petani dari Teluk Kepayang, Tanah Bumbu, dan Kota Baru Kalimantan Selatan mendatangi Kantor PBNU , Jakarta. Mereka mengadukan penyerobotan lahan yang dilakukan PT Jhonlin Argo Lestari (JAL).
Mereka sengaja mengadu ke PBNU karena selama ini upaya pengaduan yang telah dilakukan melalui jalur formal seperti kepolisian tak membuahkan hasil.
Salah seorang petani yang tak mau disebut namanya, mengaku para petani sudah mengadukan kasus penyerobotan lahan itu tahun lalu ke Polres hingga Polda Kalimantan Selatan.
"Saat kami mengadu ke kepolisian tapi mereka bilang jangan membuat masalah," kata petani itu kepada sejumlah wartawan di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (28/6/2022).
Dia menceritakan, kasus berawal pada 2020 saat itu ada sebanyak 67 petani yang memiliki 700 hektare lahan. Saat itu lahan mereka diambil Argo Citra Lestari (ACL).
Dalam perjalanan, PT ACL diambilalih oleh PT Jhonlin Argo Lestari (JAL) milik Haji Syam. Dari 700 hektare itu kemudian dikembalikan ke petani 300 hektare untuk dikelola.
Mereka sengaja mengadu ke PBNU karena selama ini upaya pengaduan yang telah dilakukan melalui jalur formal seperti kepolisian tak membuahkan hasil.
Salah seorang petani yang tak mau disebut namanya, mengaku para petani sudah mengadukan kasus penyerobotan lahan itu tahun lalu ke Polres hingga Polda Kalimantan Selatan.
"Saat kami mengadu ke kepolisian tapi mereka bilang jangan membuat masalah," kata petani itu kepada sejumlah wartawan di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (28/6/2022).
Dia menceritakan, kasus berawal pada 2020 saat itu ada sebanyak 67 petani yang memiliki 700 hektare lahan. Saat itu lahan mereka diambil Argo Citra Lestari (ACL).
Dalam perjalanan, PT ACL diambilalih oleh PT Jhonlin Argo Lestari (JAL) milik Haji Syam. Dari 700 hektare itu kemudian dikembalikan ke petani 300 hektare untuk dikelola.
Lihat Juga :