PBNU Gandeng Peruri Percepat Transformasi Digital
Kamis, 23 Juni 2022 - 16:58 WIB
loading...
Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (21/6/2022). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) sedang mempersiapkan transformasi digital untuk mewujudkan pengelolaan organisasi yang efektif, terpadu, dan berkesinambungan. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU sadar bahwa untuk mewujudkan pengelolaan organisasi yang lebih efektif dan efisien harus disertai dengan inovasi teknologi digital.
PBNU menggandeng Peruri untuk mempercepat program transformasi digitalnya karena Peruri memiliki kemampuan untuk menerbitkan sertifikat elektronik yang dapat memberikan jaminan keamanan transaksi digital. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (21/6/2022).
Gus Yahya mengatakan bahwa kegiatan PBNU sangat banyak. Untuk pelatihan kader saja lebih dari 2.800 kegiatan per tahun. Kegiatan itu membutuhkan surat yang harus ditandatangi secara manual. Padahal di sisi lain proses administrasi harus dilakukan secara cepat dan efisien dan tidak mungkin dilakukan secara manual. PBNU juga membutuhkan tanda tangan digital yang harus terjamin aman dan jelas legalitasnya.
Baca juga: Peruri Kembali Dipercaya Cetak 1 Juta Buku Paspor Sri Lanka
"Kerja sama dengan Peruri menjadi sangat strategis dan fundamental dalam pengembangan pengelolaan organisasi kami," ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/6/2022).
PBNU menggandeng Peruri untuk mempercepat program transformasi digitalnya karena Peruri memiliki kemampuan untuk menerbitkan sertifikat elektronik yang dapat memberikan jaminan keamanan transaksi digital. Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (21/6/2022).
Gus Yahya mengatakan bahwa kegiatan PBNU sangat banyak. Untuk pelatihan kader saja lebih dari 2.800 kegiatan per tahun. Kegiatan itu membutuhkan surat yang harus ditandatangi secara manual. Padahal di sisi lain proses administrasi harus dilakukan secara cepat dan efisien dan tidak mungkin dilakukan secara manual. PBNU juga membutuhkan tanda tangan digital yang harus terjamin aman dan jelas legalitasnya.
Baca juga: Peruri Kembali Dipercaya Cetak 1 Juta Buku Paspor Sri Lanka
"Kerja sama dengan Peruri menjadi sangat strategis dan fundamental dalam pengembangan pengelolaan organisasi kami," ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/6/2022).
Lihat Juga :