Hajat Bersama Kesuksesan Haji
Rabu, 22 Juni 2022 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Di luar kesehatan, tentu ada banyak aspek lain yang hakikatnya berkaitan erat dengan bentuk pelayanan yang dilakukan di Indonesia. Komposisi isi kamar jamaah misalnya, tentu tidak sepadat seperti kondisi normal. Demikian juga di transportasi, meski Saudi menerapkan aturan tak berjarak, namun pemerintah Indonesia selalu wanti-wanti ke jamaah agar tidak banyak bicara selama naik pesawat, bus, selalu kenakan masker, cuci tangan dan lain sebagainya.
Dus, kejujuran pendataan dan kepatuhan menjalankan prokes sejak di Tanah Air menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan haji secara global. Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan beberapa instansi terkait juga jauh-jauh hari telah merancang matang persiapan haji. Mereka bekerja ekstra di tengah persiapan haji yang sangat-sangat mepet.
Tahun ini, jamaah haji sebanyak 100.051 orang secara jumlah memang jauh dari kondisi normal. Toh begitu, pengurangan kuota ini tidak lantas berbanding lurus dengan berkurangnya model layanan. Justru sebaliknya, pemerintah dituntut bekerja lebih ekstra demi kekhusyukan dan keselamatan jamaah.
Kesadaran bersama akan sukses haji ini harus terus terbangun kuat. Apalagi haji tahun ini menjadi momentum penting sejauhmana kita benar-benar bisa merespons dengan arif wabah yang diturunkan Tuhan ke bumi. Pilihannya, apakah kita memilih menjadi makhluk yang mengedepankan akal dalam bertindak. Atau kita ingin tercatat menjadi korban atas kecerobohan yang kita lakukan. Semoga haji di tengah pandemi ini bisa terlalui dengan baik dengan memuarakan kebahagiaan, keselamatan dan kemabruran.
Baca berita lebih lengkap di e-paper koran-sindo.com
Dus, kejujuran pendataan dan kepatuhan menjalankan prokes sejak di Tanah Air menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan haji secara global. Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan beberapa instansi terkait juga jauh-jauh hari telah merancang matang persiapan haji. Mereka bekerja ekstra di tengah persiapan haji yang sangat-sangat mepet.
Tahun ini, jamaah haji sebanyak 100.051 orang secara jumlah memang jauh dari kondisi normal. Toh begitu, pengurangan kuota ini tidak lantas berbanding lurus dengan berkurangnya model layanan. Justru sebaliknya, pemerintah dituntut bekerja lebih ekstra demi kekhusyukan dan keselamatan jamaah.
Kesadaran bersama akan sukses haji ini harus terus terbangun kuat. Apalagi haji tahun ini menjadi momentum penting sejauhmana kita benar-benar bisa merespons dengan arif wabah yang diturunkan Tuhan ke bumi. Pilihannya, apakah kita memilih menjadi makhluk yang mengedepankan akal dalam bertindak. Atau kita ingin tercatat menjadi korban atas kecerobohan yang kita lakukan. Semoga haji di tengah pandemi ini bisa terlalui dengan baik dengan memuarakan kebahagiaan, keselamatan dan kemabruran.
Baca berita lebih lengkap di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :