Akademisi UI: Pancasila Harus Jadi Landasan Geopolitik Nasional
Senin, 20 Juni 2022 - 21:16 WIB
loading...
Akademisi Universitas Indonesia (UI) menegaskan Pancasila harus menjadi landasan geopolitik nasional. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Edmon Makarim menolak pendapat yang menyerukan negara-negara tak lagi perlu memiliki ideologi. Apalagi, untuk Indonesia yang memiliki Pancasila sebagai ideologi negaranya. Pancasila justru harus menjadi landasan konkret Indonesia dalam mengejawantahkan jati diri bangsa sekaligus bekal membangun negara.
"Pancasila membangun makna bangsa dan negara. Ada pendapat bahwa ideologi adalah hal yang usang. Itu kurang tepat karena tidak mungkin lepas dari nilai kemanusiaan, dan kita tidak boleh lupa bahwa manusia sampai saat ini tidak boleh lepas dari nilai-nilai Pancasila dan kemanusiaan," ungkapnya dalam Webinar Fakultas Hukum Universitas Indonesia bertajuk Pancasila Membangun Manusia, Bangsa, dan Negara, Senin (20/6/2022).
Pancasila, sambung Edmon, tak hanya menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia saja, melainkan juga memiliki prinsip universalitas. Menjunjung tinggi kemanusiaan, menghargai keberagaman, serta bersifat demokratis, mengingat Pancasila juga disusun oleh seluruh perwakilan elemen-elemen masyarakat di Indonesia.
Baca juga: Mahfud MD Bakal Binasakan Khilafatul Muslimin Jika Mengancam Ideologi Pancasila
Ketua Pusat Kajian Hukum dan Pancasila FHUI Suparjo menekankan pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Pancasila sebagai platform untuk memperbaiki carut-marut peraturan perundang-undangan di bidang sumber daya alam maupun di bidang-bidang yang lain karena hukum kita otomatis sumbernya adalah Pancasila," katanya.
Guru Besar FHUI Satya Arinanto menjabarkan secara historis, Pancasila juga merupakan representasi kebangsaan Indonesia, bahkan dalam taraf penyusunannya. Dia mengatakan, Pancasila disusun dengan proses yang sangat panjang. Satya sendiri telah melakukan penelitian terkait Pancasila bahkan sebelum ada penelitian resmi dari pemerintah pada 1997.
Baca juga: Kepala BNPT Tegaskan Pancasila Ideologi yang Paripurna
"Pancasila membangun makna bangsa dan negara. Ada pendapat bahwa ideologi adalah hal yang usang. Itu kurang tepat karena tidak mungkin lepas dari nilai kemanusiaan, dan kita tidak boleh lupa bahwa manusia sampai saat ini tidak boleh lepas dari nilai-nilai Pancasila dan kemanusiaan," ungkapnya dalam Webinar Fakultas Hukum Universitas Indonesia bertajuk Pancasila Membangun Manusia, Bangsa, dan Negara, Senin (20/6/2022).
Pancasila, sambung Edmon, tak hanya menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia saja, melainkan juga memiliki prinsip universalitas. Menjunjung tinggi kemanusiaan, menghargai keberagaman, serta bersifat demokratis, mengingat Pancasila juga disusun oleh seluruh perwakilan elemen-elemen masyarakat di Indonesia.
Baca juga: Mahfud MD Bakal Binasakan Khilafatul Muslimin Jika Mengancam Ideologi Pancasila
Ketua Pusat Kajian Hukum dan Pancasila FHUI Suparjo menekankan pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Pancasila sebagai platform untuk memperbaiki carut-marut peraturan perundang-undangan di bidang sumber daya alam maupun di bidang-bidang yang lain karena hukum kita otomatis sumbernya adalah Pancasila," katanya.
Guru Besar FHUI Satya Arinanto menjabarkan secara historis, Pancasila juga merupakan representasi kebangsaan Indonesia, bahkan dalam taraf penyusunannya. Dia mengatakan, Pancasila disusun dengan proses yang sangat panjang. Satya sendiri telah melakukan penelitian terkait Pancasila bahkan sebelum ada penelitian resmi dari pemerintah pada 1997.
Baca juga: Kepala BNPT Tegaskan Pancasila Ideologi yang Paripurna
Lihat Juga :