Mahfud MD Bakal Binasakan Khilafatul Muslimin Jika Mengancam Ideologi Pancasila

Senin, 20 Juni 2022 - 18:00 WIB
loading...
Mahfud MD Bakal Binasakan Khilafatul Muslimin Jika Mengancam Ideologi Pancasila
Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tidak akan segan-segan membinasakan organsisasi Khilafatul Muslimin. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan tidak akan segan-segan membinasakan organsisasi Khilafatul Muslimin . Hal itu dilakukannya jika organisasi tersebut mengancam ideologi Pancasila.

"Termasuk khilafatul muslimin kita sikat kalau dia mengancam ideologi. Tapi kita juga memperhatikan hak asasi manusia karena itu juga menjadi tugas negara, melindungi hak asasi manusia," ujar Mahfud di Istana Kepresidenan, Senin (20/6/2022).

Diketahui Polda Metro Jaya menyatakan sebanyak 30 sekolah terafiliasi organisasi masyarakat Khilafatul Muslimin. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pun menyatakan bakal melakukan rehabilitasi terhadap siswa dari 30 sekolah tersebut.

Baca juga: Ketegasan Kapolri Larang Khilafatul Muslimin Berkembang Diapresiasi

Mahfud mengatakan meski pihaknya melarang adanya organisasi Khilafatul Muslimin tersebut, namun dirinya meminta untuk tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia. "Pokoknya tidak boleh ada gerakan-gerakan yang mengancam terhadap ideologi, tapi kita juga harus memperhatikan hak asasi manusia," jelasnya.

Baca juga: Hari Ini, Khilafatul Muslimin Cabang Bekasi Deklarasi Setia Pancasila

Sebab, menurut Mahfud selama ini dirinya mendengar kabar adanya sorotan dari PBB mengenai penanganan kasus hak asasi manusia di Indonesia. Padahal setelah dirinya membuktikan, ternyata sorotan tersebut hanya isu belaka.

"Karena selama ini penanganan hak asasi manusia di dunia internasional tidak ada sorotan apa-apa. Kalau kita selalu dengar dari kelompok tertentu, Indonesia disorot oleh PBB, saya baru datang dari sana, nggak ada apa-apa tuh, saya tanya mana catatan tentang apa, ngga ada. Jadi itu hanya orang berpidato di luar gedung, lalu disebut itu di gedung PBB, padahal ndak ada catatannya. Saya baru laporan ke Presiden, ada 41 negara mendapat sorotan, Indonesia ndak masuk, sudah 3 tahun berturut-turut. Jadi ya biasa saja," ungkapnya.
(cip)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1855 seconds (10.55#12.26)