Perbaiki Infrastruktur Kawasan Wisata Puncak
Senin, 20 Juni 2022 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Kemacetan luar biasa di jalur puncak inilah yang memunculkan wacana pengembangan jalur jalan tol dari Caringin-Puncak-Gunung Mas sepanjang 18 kilometer (km). Dengan adanya jalan tol tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat setempat maupun wisatawan agar lebih nyaman berkendara.
Sedianya, wacana pengembangan infrastrutur pariwisata di Puncak sudah beberapa kali disampaikan. Selain opsi jalan tol, pernah juga muncul wacana pembangunan kereta gantung wisata, dan light rail transit (LRT).
Beruntung saat ini, Pemkab Bogor bersama Pemkab Cianjutr sudah melakukan pembangunan jalur puncak dua yang dengan rute Sentul- Cipanas (Cianjur) meski belum terhubungan sepenuhnya. Jalur itu tepatnya melalui Babakan Madang-Hambalang, Sukamakmur, Pacet-Istana Cipanas.
Adapun untuk kereta gantung dan LRT, keduanya hingga kini tidak jelas kelanjutannya, dan hanya berhenti di tataran wacana. Padahal, semakin banyak opsi yang muncul seharusnya bisa menjadi alternatif solusi yang pada akhirnya membantu masyarakat.
Khusus jalan tol puncak, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Selain antisipasi akses di pintu keluar tol, pemerintah harus juga memperhatikan daya dukung lingkungan di Kawasan puncak. Dalam hal ini, pengembangan infrastruktur wisata juga harus dengan cermat memperhatikan lingkungan dan dampak ikutannya.
Misalnya saja, selain Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek tol, harus diperhitungkan juga dampak setelah adanya jaln tol. Karena dapat dipastikan dengan semakin terbuka dan mudahnya akses wisata ke Kawasan puncak, bukan tidak mungkin akan memunculkan titik-titik lokasi wisata baru di daerah itu.
Sedianya, wacana pengembangan infrastrutur pariwisata di Puncak sudah beberapa kali disampaikan. Selain opsi jalan tol, pernah juga muncul wacana pembangunan kereta gantung wisata, dan light rail transit (LRT).
Beruntung saat ini, Pemkab Bogor bersama Pemkab Cianjutr sudah melakukan pembangunan jalur puncak dua yang dengan rute Sentul- Cipanas (Cianjur) meski belum terhubungan sepenuhnya. Jalur itu tepatnya melalui Babakan Madang-Hambalang, Sukamakmur, Pacet-Istana Cipanas.
Adapun untuk kereta gantung dan LRT, keduanya hingga kini tidak jelas kelanjutannya, dan hanya berhenti di tataran wacana. Padahal, semakin banyak opsi yang muncul seharusnya bisa menjadi alternatif solusi yang pada akhirnya membantu masyarakat.
Khusus jalan tol puncak, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Selain antisipasi akses di pintu keluar tol, pemerintah harus juga memperhatikan daya dukung lingkungan di Kawasan puncak. Dalam hal ini, pengembangan infrastruktur wisata juga harus dengan cermat memperhatikan lingkungan dan dampak ikutannya.
Misalnya saja, selain Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proyek tol, harus diperhitungkan juga dampak setelah adanya jaln tol. Karena dapat dipastikan dengan semakin terbuka dan mudahnya akses wisata ke Kawasan puncak, bukan tidak mungkin akan memunculkan titik-titik lokasi wisata baru di daerah itu.
Lihat Juga :