BMKG Dorong Negara Lain Cepat Bentuk Tsunami Ready Community
Minggu, 19 Juni 2022 - 05:31 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, informasi tsunami termasuk rambu-rambu ditampilkan di publik; sosialisasi, kesadaran masyarakat, dan edukasi tersedia dan terdistribusi; sosialisasi atau kegiatan edukasi minimal diselenggarakan 3 kali dalam satu tahun; pelatihan bagi dan oleh Komunitas Tsunami diadakan minimal 2 tahun sekali; disetujuinya rencana respons darurat komunitas tsunami; serta tersedianya kapasitas untuk pengelolaan operasional respons darurat saat tsunami terjadi.
Baca juga: Video Awan Seperti Tsunami Bergerak di Atas Perumahan Buat Kagum Netizen
Indikator lainnya, tambah Dwikorita, yaitu tersedianya sarana yang memadai dan andal untuk menerima peringatan dini tsunami dari otoritas yang berwenang (BPBD) selama 24 jam secara tepat waktu; dan tersedianya sarana yang memadai dan andal untuk menyebarkan peringatan tsunami resmi 24 jam kepada publik setempat secara tepat waktu.
"Butuh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat terwujudnya Tsunami Ready Community ini. Tidak hanya pemerintah, tapi juga pihak swasta, akademisi, komunitas, termasuk rekan-rekan media di dalamnya," ungkap Dwikorita di ajang pertemuan tahunan Intergovernmental Oceanographic Commission-Executive Council (IOC-EC) ke 55 yang di gelar di Paris, 14-17 Juni 2022.
Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga menyampaikan bahwa ICG/IOTWMS yang dipimpinnya telah mendukung dan berperan aktif dalam Tsunami Ready Program yang telah diusung UNESCO-IOC, sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan SAFE OCEAN melalui program UN Decade on Ocean Science. Saat ini di wilayah Indian Ocean 3 komunitas telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Tsunami Ready Community, salah satunya adalah komunitas Tanjung Benoa Bali. Pengukuhan Tanjung Benoa dilaksanakan pada momen pertemuan Global Platform on Disaster Risk Reduction (GPDRR) Mei 2022 lalu, sebagai promosi untuk menggencarkan kegiatan tersebut.
Selanjutnya, Dwikorita menyebut bahwa Tsunami Ready dapat diimplementasikan di berbagai sektor tidak hanya sektor pariwisata. Di Indonesia, BMKG bersama Pengelola Bandara (PT Angkasa Pura) telah menerapkan program Tsunami Ready tersebut untuk infrastruktur kritis di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo dan di Bandara Ngurah Rai Bali, dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
Baca juga: Video Awan Seperti Tsunami Bergerak di Atas Perumahan Buat Kagum Netizen
Indikator lainnya, tambah Dwikorita, yaitu tersedianya sarana yang memadai dan andal untuk menerima peringatan dini tsunami dari otoritas yang berwenang (BPBD) selama 24 jam secara tepat waktu; dan tersedianya sarana yang memadai dan andal untuk menyebarkan peringatan tsunami resmi 24 jam kepada publik setempat secara tepat waktu.
"Butuh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat terwujudnya Tsunami Ready Community ini. Tidak hanya pemerintah, tapi juga pihak swasta, akademisi, komunitas, termasuk rekan-rekan media di dalamnya," ungkap Dwikorita di ajang pertemuan tahunan Intergovernmental Oceanographic Commission-Executive Council (IOC-EC) ke 55 yang di gelar di Paris, 14-17 Juni 2022.
Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga menyampaikan bahwa ICG/IOTWMS yang dipimpinnya telah mendukung dan berperan aktif dalam Tsunami Ready Program yang telah diusung UNESCO-IOC, sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan SAFE OCEAN melalui program UN Decade on Ocean Science. Saat ini di wilayah Indian Ocean 3 komunitas telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai Tsunami Ready Community, salah satunya adalah komunitas Tanjung Benoa Bali. Pengukuhan Tanjung Benoa dilaksanakan pada momen pertemuan Global Platform on Disaster Risk Reduction (GPDRR) Mei 2022 lalu, sebagai promosi untuk menggencarkan kegiatan tersebut.
Selanjutnya, Dwikorita menyebut bahwa Tsunami Ready dapat diimplementasikan di berbagai sektor tidak hanya sektor pariwisata. Di Indonesia, BMKG bersama Pengelola Bandara (PT Angkasa Pura) telah menerapkan program Tsunami Ready tersebut untuk infrastruktur kritis di Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo dan di Bandara Ngurah Rai Bali, dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan pemerintah daerah setempat.
Lihat Juga :