Sang Ayah Jadi Nama Gedung di Lanud Iswahjudi, Ini Kata Anak-anak Surindro dan Megawati
Kamis, 16 Juni 2022 - 22:27 WIB
loading...
A
A
A
Ketika ditanya tanggapannya soal seberapa penting pembangunan kekuatan pertahanan udara Indonesia, Nanda mengatakan bahwa hal itu adalah hal mutlak. Pembangunan kekuatan pertahanan udara, pertahanan laut, maupun pertahanan darat, harus sejalan dan seimbang. "Itu merupakan suatu yang mutlak. Kan negara kita merupakan negara kepulauan dan juga negara maritim. Itu tentunya selain Angkatan Udara, Angkatan Lautnya juga harus kuat, dan harus bersinergi dan dengan Angkatan Darat; ketiga angkatan tersebut," kata Prananda.
Puan Maharani, adik ketiga yang juga Ketua DPR juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI AU karena memakai nama Surindro Supjarso untuk salah satu gedung yang dimiliki. "Mewakili keluarga besar, saya mengucapkan terima kasih sebesarnya atas penghormatan kepada beliau (Surindro) yang gugur dalam tugas pengabdian, sehingga nama beliau dipakai di salah satu gedung," kata Puan.
Menurut Puan, Surindro merupakan salah satu sosok penerbang tempur yang tangguh dan berjiwa patriot, yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. "Kami berharap dengan nama almarhum disematkan sebagai nama gedung ini, maka dapat menjadi pengingat bagi kita semua tentang tugas dan tanggung jawab dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia," kata Puan.
Untuk diketahui, Surindro adalah pilot pesawat pembom TU 16KS yang hilang pada 22 Januari 1971 dalam tugas latihan di Biak, Papua. Namun, di masa Orde Baru, pesawat itu di-grounded karena berasal dari Uni Soviet, sehingga para penerbangnya dialihkan, termasuk Surindro ke pesawat caravan.
Puan Maharani, adik ketiga yang juga Ketua DPR juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI AU karena memakai nama Surindro Supjarso untuk salah satu gedung yang dimiliki. "Mewakili keluarga besar, saya mengucapkan terima kasih sebesarnya atas penghormatan kepada beliau (Surindro) yang gugur dalam tugas pengabdian, sehingga nama beliau dipakai di salah satu gedung," kata Puan.
Menurut Puan, Surindro merupakan salah satu sosok penerbang tempur yang tangguh dan berjiwa patriot, yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. "Kami berharap dengan nama almarhum disematkan sebagai nama gedung ini, maka dapat menjadi pengingat bagi kita semua tentang tugas dan tanggung jawab dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia," kata Puan.
Untuk diketahui, Surindro adalah pilot pesawat pembom TU 16KS yang hilang pada 22 Januari 1971 dalam tugas latihan di Biak, Papua. Namun, di masa Orde Baru, pesawat itu di-grounded karena berasal dari Uni Soviet, sehingga para penerbangnya dialihkan, termasuk Surindro ke pesawat caravan.
(abd)
Lihat Juga :