Perkembangan Nasionalisme di Indonesia: Era Boedi Oetomo hingga Reformasi

Jum'at, 17 Juni 2022 - 04:30 WIB
loading...
A A A
Fase Pertama
Fase pertama diawali dengan terbentuknya organisasi pergerakan nasional. Salah satu organisasi dalam gerakan kebangkitan nasional adalah Boedi Oetomo. Boedi Oetomo merupakan organisasi yang terbentuk pada 20 Mei 1908. Organisasi ini didirikan oleh Dr Soetomo serta para mahasiswa kedokteran STOVIA. Diketahui, School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) adalah sekolah untuk pendidikan dokter pribumi di Batavia pada zaman kolonial Hindia Belanda.

Boedi Oetomo mempunyai program yang mengusahakan perbaikan pendidikan dan pengajaran yang bersifat sosial. Hal ini karena pada saat itu Belanda masih melarang organisasi politik di Indonesia. Kelahiran organisasi Boedi Utomo ini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Fase Kedua
Fase kedua kebangkitan nasionalisme ditandai dengan adanya Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Pada masa ini, mulai ada kesadaran untuk menyatukan negara, bangsa, dan bahasa ke dalam satu negara, bangsa, dan bahasa Indonesia.

Diketahui, pada 1928, Belanda berhasil menyebarkan perpecahan dengan munculnya perkumpulan kedaerahan, seperti Jong Celebes, Jong Jawa, dan lain-lain. Hal ini memicu tokoh Indonesia untuk menjebol perkumpulan kedaerahan. Hingga akhirnya pada 28 Oktober 1928 dikumandangkan Sumpah Pemuda.

Fase Ketiga
Pada fase ketiga, Indonesia memasuki masa revolusi fisik kemerdekaan. Salah satu peran nyata pemuda Indonesia tampak saat menculik Soekarno-Hatta dan dibawa ke Rengasdengklok. Mereka mendesak agar para pemimpin bangsa dapat segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Para pemuda ini bersemangat dalam mewujudkan nation state yang berdaulat dalam kerangka kemerdekaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Cerita Ray Rangkuti...
Cerita Ray Rangkuti Negosiasi dengan Marinir sebelum Menduduki Gedung DPR pada Mei 1998
Pidato Ekonomi Presiden:...
Pidato Ekonomi Presiden: Antara Optimisme dan Realitas Pertumbuhan
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, Kemendagri Gelar Garuda Youth Camp 2026 Pelajar SMA/SMK se-Jabodetabek
OJK Kebut Reformasi...
OJK Kebut Reformasi Struktural Pasar Modal, Target Implementasi Rekomendasi MSCI Maret 2026
Emiten Belum Penuhi...
Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, OJK Bakal Beri Tanda Khusus
Rekomendasi
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved