Rp100,6 Triliun untuk Bansos Selama Pandemi, Begini Rinciannya
Rabu, 24 Juni 2020 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
“Indeksnya dari Rp 150 ribu per bulan menjadi Rp 200 ribu. Sehingga, anggaran naik drastis Rp15,2 triliun menjadi Rp43,6 triliun,” papar Juliary.
(Baca: Pastikan Masyarakat Terima Bantuan, Mensos Cek Langsung Penyaluran BST)
Untuk bansos khusus, Juliary melanjutkan, bansos sembako Jabodetabek dengan target di DKI Jakarta 1,3 juta KK (kepala keluarga) ditambah Bodetabek 600 ribu KK. Bantuan sembako beras dan uang bulanan dengan anggaran Rp3,4 triliun. Lalu bansos tunai untuk di luar Jabodetabek 9 juta KK dengan anggaran Rp16,2 triliun.
Dia pun mengakui bahwa ada keterlambatan dalam penyalurannya sehingga, dia masih membutuhkan waktu untuk pencairan periode Maret-Juni hingga 15 Juli mendatang.
“Saya minta waktu pak presiden saya selesaikan semua per 15 Juli, di awal sedikit terlambat, akhir Juni belum selesai, sudah minta waktu dan presiden menyetujui. Sebagai infromasi 15 Juli cut off program bansos Jabodetabek dan bansos tunai di luar Jabodetabek. Mulai Juli-Desember, dengan skema yang sama namun indeksnya berkurang menjadi Rp300 ribu per keluarga per bulan (sebelumnya Rp600 ribu),” tuturnya.
(Baca: Pastikan Masyarakat Terima Bantuan, Mensos Cek Langsung Penyaluran BST)
Untuk bansos khusus, Juliary melanjutkan, bansos sembako Jabodetabek dengan target di DKI Jakarta 1,3 juta KK (kepala keluarga) ditambah Bodetabek 600 ribu KK. Bantuan sembako beras dan uang bulanan dengan anggaran Rp3,4 triliun. Lalu bansos tunai untuk di luar Jabodetabek 9 juta KK dengan anggaran Rp16,2 triliun.
Dia pun mengakui bahwa ada keterlambatan dalam penyalurannya sehingga, dia masih membutuhkan waktu untuk pencairan periode Maret-Juni hingga 15 Juli mendatang.
“Saya minta waktu pak presiden saya selesaikan semua per 15 Juli, di awal sedikit terlambat, akhir Juni belum selesai, sudah minta waktu dan presiden menyetujui. Sebagai infromasi 15 Juli cut off program bansos Jabodetabek dan bansos tunai di luar Jabodetabek. Mulai Juli-Desember, dengan skema yang sama namun indeksnya berkurang menjadi Rp300 ribu per keluarga per bulan (sebelumnya Rp600 ribu),” tuturnya.
(muh)
Lihat Juga :