Sekjen PDIP Bicara Capres 2024: Kemenangan Bukan Soal Elektabilitas
Selasa, 14 Juni 2022 - 13:46 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristyanto mengingatkan kemenangan di Pilpres 2024 tidak ditentukan elektabiitas semata. Foto: MNC/Carlos Roy Fajarta
A
A
A
JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sangat berharap dan menekankan kesiapan partainya menghadapi Pemilu 2024. Persiapa yang dimaksudnya termasuk pemilihan anggota legislatif juga presiden. Dia mengingatkan kemenangan pada Pemilu 2024 bukan ditentukan oleh tingginya elektabilitas semata.
Hal tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang dilaksanakan DPP PDIP di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Selasa (14/6/2022). Menurut Hasto elektabilitas tidak bisa selalu menjadi patokan apakah partai politik dapat memenangkan perhelatan Pilpres 2024.
"Hal ini penting karena moralitas sering terkendala dengan hal remeh-temeh, transaksional. Demokrasi bukan lagi dilakukan demi kepentingan yang substansial," ujar Hasto.
Baca juga: Survei: Ganjar Pranowo 26,7 %, Puan Maharani 1,1 %
Demokrasi, kata Hasto, rawan dipenetrasi kekuatan kapitalisme global yang ingin menguasai Indonesia kembali lewat jalur politik. Hal tersebut bahkan kata dia dilakukan melalui demokrasi yang bersifat elektoral dan transaksional yang bertentangan dengan kepemimpinan geopolitik Indonesia oleh Presiden pertama Indonesia Soekarno.
Hal tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang dilaksanakan DPP PDIP di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Selasa (14/6/2022). Menurut Hasto elektabilitas tidak bisa selalu menjadi patokan apakah partai politik dapat memenangkan perhelatan Pilpres 2024.
"Hal ini penting karena moralitas sering terkendala dengan hal remeh-temeh, transaksional. Demokrasi bukan lagi dilakukan demi kepentingan yang substansial," ujar Hasto.
Baca juga: Survei: Ganjar Pranowo 26,7 %, Puan Maharani 1,1 %
Demokrasi, kata Hasto, rawan dipenetrasi kekuatan kapitalisme global yang ingin menguasai Indonesia kembali lewat jalur politik. Hal tersebut bahkan kata dia dilakukan melalui demokrasi yang bersifat elektoral dan transaksional yang bertentangan dengan kepemimpinan geopolitik Indonesia oleh Presiden pertama Indonesia Soekarno.
Lihat Juga :