Penanganan Pandemi Jadi Kunci Indonesia Kuat Hadapi Ancaman Krisis Global

Senin, 13 Juni 2022 - 19:11 WIB
loading...
Penanganan Pandemi Jadi...
Penanganan pandemi Covid-19 dinilai menjadi kunci Indonesia tetap kuat menghadapi ancaman krisis global. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Penanganan pandemi Covid-19 dinilai menjadi kunci Indonesia tetap kuat menghadapi ancaman krisis global . Pemerintah pun optimistis perekonomian bakal semakin bertumbuh pada 2022.

"Kita tidak boleh lengah. Kita sadar bahwa kunci pemulihan ekonomi itu pada penanganan pandemi. Sekarang pandemi terkendali. Tantangannya bagaimana Covid-19 tidak naik lagi," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono, Senin (13/6/2022).

Dia mengungkapkan, aktivitas perekonomian di Indonesia saat ini terus meningkat. Tempat wisata dan hiburan juga sudah dibuka.



Kendati demikian, kegiatan masyarakat harus tetap diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat agar pemulihan ekonomi dan pengendalian Covid-19 bisa tetap berjalan. "Selama Covid-19 terkendali, saya yakin pemulihan ekonomi akan tetap pada jalurnya," tutur Edy.

Lancarnya program vaksinasi nasional juga menjadi faktor lain yang juga penting untuk pengendalian Covid-19. Data Satgas Covid-19 menyebutkan sebanyak 200.845.766 sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dari total sasaran 208.265.720.

Sementara itu, penerima vaksinasi dosis kedua sudah 168.068.616 dan penerima vaksinasi booster sudah 47.631.247. Dari sisi kebijakan ekonomi, kata Edy, permintaan terhadap produk sudah meningkat seiring keputusan pemerintah melonggarkan mobilitas masyarakat.

Baca juga: Jokowi soal Penanganan Covid-19: Hampir Rp1.400 Triliun Hilang

Pemerintah juga berusaha menjaga daya beli masyarakat dengan memberikan bantuan sosial kepada kelompok tidak mampu. "Pengendalian harga juga penting, kalau ada kenaikan tapi tidak terlalu besar. Masih ada subsisidi juga. Stabilitas ekonomi makro juga tidak bisa dilupakan, bagaimana menjaga nilai tukar," ucap Edy.

Lebih lanjut dia mengatakan, pekerjaan lainnya bagaimana mendorong penyerapan tenaga kerja. Dia mengakui, UKM yang jumlahnya sekitar 40 juta bagian penting untuk ekonomi Indonesia tetap bertahan. Namun, tidak bijak kalau mengandalkan UKM untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak.

"Sekarang jumlah angka pengangguran sudah semakin berkurang. Pasar kerja mulai pulih tapi belum sepenuhnya. Kita tetap memerlukan sektor usaha skala besar dengan upah layak sehingga bisa mendorong penyerapan tenaga kerja," katanya.

Sekadar diketahui, Bank Dunia melalui laporannya bertajuk Global Economic Prospect June 2022 menilai bahwa ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang paling kuat di tengah situasi risiko global. Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia bakal berada di level 5,1% pada 2022 atau hanya turun 0,1% dari proyeksi sebelumnya.

Padahal, negara-negara kuat seperti Amerika Serikat dan China mengalami revisi pertumbuhan ekonomi lebih besar, masing-masing 1,2% dan 0,8%. Pertumbuhan ekonomi Rusia diperkirakan terkontraksi 8,9% atau turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 11,3 persen. Penilaian dari Bank Dunia tentu jadi kabar baik buat Indonesia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
IJTI Audiensi dengan...
IJTI Audiensi dengan KSP: Dorong Regulasi Tegas dan Standar Etika di Media Sosial demi Ekosistem Pers Sehat
Kesiapan Karakter Pemuda...
Kesiapan Karakter Pemuda Ketika Dunia Bergolak
BMKG Ingatkan Ancaman...
BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Pangan di Tahun 2050 Akibat Perubahan Iklim
Jadi Kepala Staf Kepresidenan,...
Jadi Kepala Staf Kepresidenan, Qodari Harus Bisa Jadi Jubir Presiden
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekomendasi
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Berita Terkini
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Infografis
GeNose Jadi Modal Indonesia...
GeNose Jadi Modal Indonesia Hadapi Pandemi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved