Pendekatan Humanis Gojek Terkait PHK Karyawan
Rabu, 24 Juni 2020 - 07:01 WIB
loading...
Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat karyawan Gojek yang terdampak keputusan reorganisasi perusahaan dan mendapatkan perhatian dari perusahaan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat karyawan Gojek yang terdampak keputusan reorganisasi perusahaan dan mendapatkan perhatian dari perusahaan. Di antaranya adalah paket pesangon di atas standar yang ditetapkan oleh pemerintah.
(Baca juga: Update Corona di Indonesia 23 Juni 2020: 47.896 Positif, 19.241 Sembuh, dan 2.535 Meninggal)
Kemudian karyawan yang terdampak juga mendapatkan gaji penuh selama periode pemberitahuan, perpanjangan asuransi kesehatan bagi karyawan dan keluarga mereka hingga 31 Desember 2020, perpanjangan program dukungan layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan.
(Baca juga: Pemerintah Harus Transparan soal Dana Ratusan Triliun untuk Covid-19)
Kemudian bantuan konsultasi untuk mencari pekerjaan baru, pembayaran cuti tahunan yang tidak digunakan dan hak lainnya termasuk cuti melahirkan, penghapusan masa tunggu atau annual cliff bagikaryawan yang memiliki hak kepemilikan saham, dan karyawan dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang lain
"Kita harus merespons apa yang terjadi di luar sana dan meningkatkan fokus untuk membangun bisnis yang kokoh, lebih efisien yang dapat terus bertahan seiring dengan berjalannya waktu dan tetap relevan dengan kondisi yang ada. Fokus pada layanan inti, menghentikan layanan yang tidak dapat bertahan di tengah pandemi," ungkap Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek dalam surat kepada karyawannya, Selasa (23/6/2020).
(Baca juga: Update Corona di Indonesia 23 Juni 2020: 47.896 Positif, 19.241 Sembuh, dan 2.535 Meninggal)
Kemudian karyawan yang terdampak juga mendapatkan gaji penuh selama periode pemberitahuan, perpanjangan asuransi kesehatan bagi karyawan dan keluarga mereka hingga 31 Desember 2020, perpanjangan program dukungan layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan.
(Baca juga: Pemerintah Harus Transparan soal Dana Ratusan Triliun untuk Covid-19)
Kemudian bantuan konsultasi untuk mencari pekerjaan baru, pembayaran cuti tahunan yang tidak digunakan dan hak lainnya termasuk cuti melahirkan, penghapusan masa tunggu atau annual cliff bagikaryawan yang memiliki hak kepemilikan saham, dan karyawan dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang lain
"Kita harus merespons apa yang terjadi di luar sana dan meningkatkan fokus untuk membangun bisnis yang kokoh, lebih efisien yang dapat terus bertahan seiring dengan berjalannya waktu dan tetap relevan dengan kondisi yang ada. Fokus pada layanan inti, menghentikan layanan yang tidak dapat bertahan di tengah pandemi," ungkap Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek dalam surat kepada karyawannya, Selasa (23/6/2020).
Lihat Juga :