Forum Rektor Didorong Aktif Bantu Selesaikan Radikalisme di Kampus
Kamis, 09 Juni 2022 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
"Kedua yakni toleransi di tengah masyarakat. Ketiga, perlunya melaksanakan anti kekerasan dengan menolak radikalisme, terorisme dan intoleran. Dan yang keempat adalah menghargai tradisi budaya lokal,” ujarnya.
Karena itu, dalam FGD tersebut pihaknya memberikan enam masukan rekomendasi untuk disampaikan kepada para pemangku kepentingan. Salah satunya segera membuat regulasi berupa Perppu tentang pelarangan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
"Tentunya harus segera diterbitkan karena hal itu sangat penting dalam rangka untuk memutus mata rantai atau aliran-aliran yang berpaham radikal tadi," katanya.
FGD dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, Wakil Wali Kota Metro Qomaru Zaman, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Provinsi Lampung Firsada, Ketua GP Ansor Lampung Timur M Muslih, para tokoh ormas, ulama dan para Rektor PTKIN dan Rektor Perguruan Tinggi se Provinsi Lampung.
Usai FGD, pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan Shalawat Kebangsaan bersama seluruh masyarakat di Lapangan Sumber, Metro, Lampung. Shalawat Kebangsaan menghadirkan Ketua Kelompok Ahli BNPT yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.
Habib Lutfi meminta kepada seluruh umat menjadi penyelamat bangsa dan umat. Untuk itu seluruh masyarakat harus bisa menjadi perekat umat untuk menghindari dari segala macam perpecahan.
"Bendera Merah Putih memiliki tiga kandungan yang perlu kalian mengerti. Bendera Merah Putih kita mengandung makna, pertama kehormatan bangsa, kedua harga diri bangsa, dan yang ketiga adalah jati diri bangsa. Karena itu kita pertahankan Merah Putih ini karena itu adalah kehormatan bangsa," katanya.
Habib Luthfi meminta masyarakat mengetahui tiga kandungan makna dalam bendera Merah Putih tersebut dan tidak sekedar berteriak NKRI Harga Mati.
Karena itu, dalam FGD tersebut pihaknya memberikan enam masukan rekomendasi untuk disampaikan kepada para pemangku kepentingan. Salah satunya segera membuat regulasi berupa Perppu tentang pelarangan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
"Tentunya harus segera diterbitkan karena hal itu sangat penting dalam rangka untuk memutus mata rantai atau aliran-aliran yang berpaham radikal tadi," katanya.
FGD dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, Wakil Wali Kota Metro Qomaru Zaman, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Provinsi Lampung Firsada, Ketua GP Ansor Lampung Timur M Muslih, para tokoh ormas, ulama dan para Rektor PTKIN dan Rektor Perguruan Tinggi se Provinsi Lampung.
Usai FGD, pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan Shalawat Kebangsaan bersama seluruh masyarakat di Lapangan Sumber, Metro, Lampung. Shalawat Kebangsaan menghadirkan Ketua Kelompok Ahli BNPT yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.
Habib Lutfi meminta kepada seluruh umat menjadi penyelamat bangsa dan umat. Untuk itu seluruh masyarakat harus bisa menjadi perekat umat untuk menghindari dari segala macam perpecahan.
"Bendera Merah Putih memiliki tiga kandungan yang perlu kalian mengerti. Bendera Merah Putih kita mengandung makna, pertama kehormatan bangsa, kedua harga diri bangsa, dan yang ketiga adalah jati diri bangsa. Karena itu kita pertahankan Merah Putih ini karena itu adalah kehormatan bangsa," katanya.
Habib Luthfi meminta masyarakat mengetahui tiga kandungan makna dalam bendera Merah Putih tersebut dan tidak sekedar berteriak NKRI Harga Mati.
(abd)
Lihat Juga :