PDIP Harus Segera Putuskan Kandidat Capres untuk Akhiri Drama Adu Banteng
Kamis, 09 Juni 2022 - 11:07 WIB
loading...
PDIP disarankan segera memutuskan kandidat capres yang akan diusung untuk mengakhiri potensi perpecahan internal. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Isu kerenggangan antara Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk sementara mereda. Dua pertemuan beruntun pada Selasa (7/6/2022) dan Rabu (8/6/2022) sedikit meluruhkan spekulasi soal ketegangan hubungan mereka. Meskipun begitu, tidak ada jaminan bahwa situasi tidak akan memanas lagi akibat perbedaan sikap mengenai soal Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro mengatakan, berlanjut atau tidaknya drama adu banteng tersebut bergantung pada sikap kader-kader PDIP, juga Jokowi dan Megawati.
Agung melihat drama adu banteng yang dimaksudnya dipicu perbedaan sikap menghadapi Pemilu 2024. Bagi PDIP penentuan capres adalah domain ketua umum dan sampai hari ini belum diputuskan. Hal ini dilihat Jokowi sebagai kesempatan untuk ikut menentukan capres banteng moncong putih itu.
”Bagi Presiden Jokowi, ini menjadi arahan lain baginya untuk terlibat secara tak langsung dengan mengirimkan sinyal-sinyal khusus baik kepada Ganjar lewat pertemuan bersama Projo beberapa waktu yang lalu (21/5), maupun sebatas restu kepada para menteri atau kandidat lainnya,” ujar Agung dalam pernyataan tertulis, Kamis (9/6/2022).
Baca juga: Isu Jokowi-Megawati Renggang, PDIP Akui Ada Indikasi Keduanya Hendak Dijauhkan
Menurut dia, sinyal itu penting disampaikan Jokowi untuk menjamin program-program utamanya berlanjut sehingga ada warisan pemerintahannya (legacy). Sementara mereka yang menerima restu Jokowi, dukungan Jokowi sangat berarti agar mereka tak menghadapi hambatan apa pun saat maju ke gelanggang.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro mengatakan, berlanjut atau tidaknya drama adu banteng tersebut bergantung pada sikap kader-kader PDIP, juga Jokowi dan Megawati.
Agung melihat drama adu banteng yang dimaksudnya dipicu perbedaan sikap menghadapi Pemilu 2024. Bagi PDIP penentuan capres adalah domain ketua umum dan sampai hari ini belum diputuskan. Hal ini dilihat Jokowi sebagai kesempatan untuk ikut menentukan capres banteng moncong putih itu.
”Bagi Presiden Jokowi, ini menjadi arahan lain baginya untuk terlibat secara tak langsung dengan mengirimkan sinyal-sinyal khusus baik kepada Ganjar lewat pertemuan bersama Projo beberapa waktu yang lalu (21/5), maupun sebatas restu kepada para menteri atau kandidat lainnya,” ujar Agung dalam pernyataan tertulis, Kamis (9/6/2022).
Baca juga: Isu Jokowi-Megawati Renggang, PDIP Akui Ada Indikasi Keduanya Hendak Dijauhkan
Menurut dia, sinyal itu penting disampaikan Jokowi untuk menjamin program-program utamanya berlanjut sehingga ada warisan pemerintahannya (legacy). Sementara mereka yang menerima restu Jokowi, dukungan Jokowi sangat berarti agar mereka tak menghadapi hambatan apa pun saat maju ke gelanggang.
Lihat Juga :