Masjid Ramah Lingkungan
Jum'at, 03 Juni 2022 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian menargetkan penggunaan bahan netral-karbon pada bangunan-bangunan publik yang digunakan secara populis, seperti stadion sepak bola dan masjid. Beberapa masjid di Turki, seperti Masjid Sakirin di Istanbul yang didesain oleh seorang perempuan, Zeynep Fadillioglu sudah dibangun dengan dominasi bahan netral-karbon.Indonesia sejatinya sudah memiliki percontohan masjid hijau, seperti Masjid Istiqlal dan Masjid Raya Pondok Indah. Untuk menjadikannya lebih populis, kehadiran negara sebagai creative minority, terutama dalam regulasi dan kampanye perlu lebih jauh.
Negara bisa mengakomodasi secara serius organisasi massa, pesantren, maupun komunitas keagamaan menjadi imam dalam melestarikan lingkungan berbasis masjid, seperti melalui perlombaan, lokakarya yang rutin, alokasi anggaran untuk panel surya, hingga kategorisasi masjid hijau. Dalam hal ini, dikaitkannya isu lingkungan terhadap persoalan agama membuat hubungan antara negara-agama terjalin positif dan produktif.
Tidak ada yang keliru bila pemerintah mengetengahkan kebijakan yang populis mengenai masjid hijau, karena selain bersifat amal-karitatif, kebijakan itu juga akan efektif bagi objektivikasi Islam. Kehadiran masjid hijau dapat dirasakan manfaatnya secara luas, termasuk oleh non-muslim. Sekalipun dari sisi umat muslim sebagai pihak pengelola boleh jadi tetap menganggapnya sebagai perbuatan keagamaan.
Masjid hijau akan menjadi cerminan Islam yang komprehensif, dan dapat menepis keraguan sebagian masyarakat bahwa umat muslim hanya peka pada persoalan abstrak, seperti akhlak dan politik identitas. Kehadiran masjid hijau dapat menunjukkan bahwa umat Islam juga sensitif terhadap isu-isu konkret, seperti dampak perubahan iklim.
Baca berita selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
Negara bisa mengakomodasi secara serius organisasi massa, pesantren, maupun komunitas keagamaan menjadi imam dalam melestarikan lingkungan berbasis masjid, seperti melalui perlombaan, lokakarya yang rutin, alokasi anggaran untuk panel surya, hingga kategorisasi masjid hijau. Dalam hal ini, dikaitkannya isu lingkungan terhadap persoalan agama membuat hubungan antara negara-agama terjalin positif dan produktif.
Tidak ada yang keliru bila pemerintah mengetengahkan kebijakan yang populis mengenai masjid hijau, karena selain bersifat amal-karitatif, kebijakan itu juga akan efektif bagi objektivikasi Islam. Kehadiran masjid hijau dapat dirasakan manfaatnya secara luas, termasuk oleh non-muslim. Sekalipun dari sisi umat muslim sebagai pihak pengelola boleh jadi tetap menganggapnya sebagai perbuatan keagamaan.
Masjid hijau akan menjadi cerminan Islam yang komprehensif, dan dapat menepis keraguan sebagian masyarakat bahwa umat muslim hanya peka pada persoalan abstrak, seperti akhlak dan politik identitas. Kehadiran masjid hijau dapat menunjukkan bahwa umat Islam juga sensitif terhadap isu-isu konkret, seperti dampak perubahan iklim.
Baca berita selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :