Polri Selidiki Otak Pembobol Rekening Nasabah Bank
Senin, 30 Mei 2022 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
"Kendati telah menangkap para eksekutor, polisi tak akan berhenti menyelidiki kasus tersebut. Polisi masih terus mengusut kasus ini hingga ke aktor intelektualnya," kata Dedi Prasetyo, Senin (30/5/2022).
Selain skimming, modus kejahatan lain terhadap nasabah bank adalah penggunaan data pribadi oleh pelaku kejahatan. Menurut Dedi, berbekal data pribadi yang komplet, pelaku membuat kartu identitas baru menggunakan identitas korban. Foto di kartu identitas adalah foto pelaku. Berbekal identitas baru itulah, pelaku membuat kartu ATM dan buku rekening baru atas nama korban, di cabang berbeda.
"Untuk modus ini, polisi juga masih mendalami dengan melihat berbagai kemungkinan, seperti sumber kebocoran data pribadi korban. Bahkan, tak menutup kemungkinan dugaan adanya keterlibatan nasabah pada aksi kejahatan tersebut," ujarnya.
Baca juga: Ini Dia Tampang Tiga Pelaku Skimming ATM Bank Riau Kepri yang Berhasil Diringkus Polisi
Kecurigaan ini karena pelaku kejahatan bisa membuat identitas baru dengan menggunakan data pribadi, bahkan sampai mengetahui nama ibu kandung nasabah. Setelah rekeningnya dibobol, nasabah meminta bank mengganti dana di rekening yang telah dikuras.
"Sumber kebocoran data nasabah itu bisa dari mana pun, bahkan termasuk kelalaian nasabah sendiri yang mengirim data pribadinya ke berbagai pihak, semisal saat mengisi aplikasi tertentu di internet," kata Dedi.
Selain skimming, modus kejahatan lain terhadap nasabah bank adalah penggunaan data pribadi oleh pelaku kejahatan. Menurut Dedi, berbekal data pribadi yang komplet, pelaku membuat kartu identitas baru menggunakan identitas korban. Foto di kartu identitas adalah foto pelaku. Berbekal identitas baru itulah, pelaku membuat kartu ATM dan buku rekening baru atas nama korban, di cabang berbeda.
"Untuk modus ini, polisi juga masih mendalami dengan melihat berbagai kemungkinan, seperti sumber kebocoran data pribadi korban. Bahkan, tak menutup kemungkinan dugaan adanya keterlibatan nasabah pada aksi kejahatan tersebut," ujarnya.
Baca juga: Ini Dia Tampang Tiga Pelaku Skimming ATM Bank Riau Kepri yang Berhasil Diringkus Polisi
Kecurigaan ini karena pelaku kejahatan bisa membuat identitas baru dengan menggunakan data pribadi, bahkan sampai mengetahui nama ibu kandung nasabah. Setelah rekeningnya dibobol, nasabah meminta bank mengganti dana di rekening yang telah dikuras.
"Sumber kebocoran data nasabah itu bisa dari mana pun, bahkan termasuk kelalaian nasabah sendiri yang mengirim data pribadinya ke berbagai pihak, semisal saat mengisi aplikasi tertentu di internet," kata Dedi.
Lihat Juga :