DPR Minta Polri Investigasi Tuntas Penyelundupan Senjata Ilegal ke Papua

Rabu, 25 Mei 2022 - 20:16 WIB
loading...
DPR Minta Polri Investigasi Tuntas Penyelundupan Senjata Ilegal ke Papua
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai bahwa penyelundupan senjata api ilegal ini sangat berbahaya, terutama jika jatuh ke tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Komisi III DPR mengapresiasi Polda Sulawesi Utara (Sulut) bersama Polres Minahasa Utara dan Polres Kepulauan Sangihe yang berhasil mengungkap penyelundupan senjata api dan amunisi dari Filipina ke Indonesia. Senjata ini diduga akan diselundupkan ke Papua.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai bahwa penyelundupan senjata api ilegal ini sangat berbahaya, terutama jika jatuh ke tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Baca juga: AS Sebut 20 Negara Tawarkan Paket Senjata Baru untuk Ukraina

“Penangkapan ini sangat baik, karena memang peredaran senjata api ilegal sangat mengkhawatirkan, apalagi kalau sampai jatuh ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini tentunya mengancam ketertiban dan keamanan, bahkan bisa menyebabkan kerusuhan,” ujar Sahroni kepada wartawan dikutip Rabu (25/5/2022).

“Jadi baik sekali bila kepolisian berhasil menghentikan penyelundupannya hingga tidak sampai ke pihak pemesan yang dimaksud,” sambungnya.

Selanjutnya, Sahroni juga meminta kepolisian agar mengusut lebih jauh dan tuntas terkait berbagai upaya penyelundupan ini, agar bisa benar-benar dipastikan bahwa senjata ilegal tidak beredar di masyarakat.

“Saya juga meminta agar Polri terus melakukan investigasi lanjut terkait senjata-senjata tersebut. Darimana dikirimnya, hendak ditujukan kepada siapa, itu perlu diusut hingga tuntas." Baca juga: Daftar 8 Polwan Dapat Promosi Jadi Kapolsek di Polda Metro Jaya

"Dugaan sementara senjata ilegal itu akan diselundupkan ke Papua. Nah ini perlu diselidiki lebih lanjut demi mengantisipasi berbagai perkembangan nantinya,” pungkas politikus Partai Nasdem ini.
(kri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1346 seconds (10.177#12.26)