Peringatan Harkitnas, TGB: Mari Kita Perbanyak Perjumpaan
Sabtu, 21 Mei 2022 - 16:40 WIB
loading...
Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia, TGB HM Zainul Majdi mengingatkan untuk meneladani kembali semangat para pendiri bangsa. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) menjadi momentum untuk mengoreksi diri. Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia, TGB HM Zainul Majdi mengingatkan untuk meneladani kembali semangat para pendiri bangsa.
“Mari kita perbanyak perjumpaan. Ikhtiar untuk Indonesia bukan hanya karena satu perjumpaan,” ujarnya di acara Halalbihalal MNC Group 2022 dan Corporate Business Update, Jumat (20/5/2022). Baca juga: TGB: Halalbihalal Merupakan Salah Satu Ritual Keagamaan yang Jadi Simbol Persatuan
TGB melanjutkan dahulu tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Belanda, Mesir, sampai Mekkah ketika kembali ke Indonesia, bertemu kemudian menggelorakan semangat yang sama.
“Ada visi yang sama untuk Indonesia,” ucapnya.
Hari Kebangkitan Nasional, ikhtiar untuk Indonesia bukan hanya satu perjumpaan. Yang belajar di Belanda, di Kairo, di Mekkah perjumpaan berdasar visi menggelorakan yang sama.
Doktor Ahli Tafsir Alquran ini pun tak setuju bila di tengah kehidupan berbangsa mengandalkan teriakan keras melalui mikrofon atau saling berbantah. Justru hal ini yang akan memunculkan noise (dengung) di ruang publik.
“Hanya riuh, bukan gagasan. Mari bangun perjumpaan,” tegasnya.
“Mari kita perbanyak perjumpaan. Ikhtiar untuk Indonesia bukan hanya karena satu perjumpaan,” ujarnya di acara Halalbihalal MNC Group 2022 dan Corporate Business Update, Jumat (20/5/2022). Baca juga: TGB: Halalbihalal Merupakan Salah Satu Ritual Keagamaan yang Jadi Simbol Persatuan
TGB melanjutkan dahulu tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Belanda, Mesir, sampai Mekkah ketika kembali ke Indonesia, bertemu kemudian menggelorakan semangat yang sama.
“Ada visi yang sama untuk Indonesia,” ucapnya.
Hari Kebangkitan Nasional, ikhtiar untuk Indonesia bukan hanya satu perjumpaan. Yang belajar di Belanda, di Kairo, di Mekkah perjumpaan berdasar visi menggelorakan yang sama.
Doktor Ahli Tafsir Alquran ini pun tak setuju bila di tengah kehidupan berbangsa mengandalkan teriakan keras melalui mikrofon atau saling berbantah. Justru hal ini yang akan memunculkan noise (dengung) di ruang publik.
“Hanya riuh, bukan gagasan. Mari bangun perjumpaan,” tegasnya.
Lihat Juga :