IDI Buka Peluang untuk Dokter Terawan jika Ingin Kembali Bergabung
Kamis, 19 Mei 2022 - 23:41 WIB
loading...
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) membuka peluang kepada Mantan Menteri Kesehatan ( Menkes ) Terawan Agus Putranto untuk kembali menjadi anggotanya. Bahkan, pihak IDI mengklaim telah berkomunikasi langsung dengan Terawan.
"Terakhir kemarin ketemu beliau pun saya sudah menyampaikan juga seperti itu. Artinya kami pun tetap, apa namanya, beliau tetap bersama lagi dengan kita," ucap Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Moh Adib Khumaidi, SpOT dalam konferensi pers Hari Bakti Dokter Indonesia 114 secara daring, Kamis (19/5/2022). Baca juga: Dokter Terawan Dipecat dari Keanggotaan IDI
Lebih lanjut, Adib menekankan, IDI dengan senang hati menerima Terawan jika ingin kembali menjadi anggota. Meski demikian, kata dia, Terawan harus tetap mejalani proses keanggotaan.
"Tentunya nanti ada administrasi, ya seperti halnya yang lainnya juga," lanjutnya.
Terkait dengan polemik yang terjadi, Adib menyebut seluruh anggota IDI perlu diperingatkan jika didapati melanggar kode etik. Hal itu harus dilihat sebagai suatu nasihat antaranggota.
"Artinya IDI ini adalah rumah besar seluruh dokter di Indonesia. Di dalam satu rumah itu kita seperti keluarga. Kalau ada hal-hal yang itu memang itu salah, pasti kita akan saling untuk kemudian memberikan koordinasi. Memberikan sebuah peringatan-peringatan," ungkapnya.
"Terakhir kemarin ketemu beliau pun saya sudah menyampaikan juga seperti itu. Artinya kami pun tetap, apa namanya, beliau tetap bersama lagi dengan kita," ucap Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Moh Adib Khumaidi, SpOT dalam konferensi pers Hari Bakti Dokter Indonesia 114 secara daring, Kamis (19/5/2022). Baca juga: Dokter Terawan Dipecat dari Keanggotaan IDI
Lebih lanjut, Adib menekankan, IDI dengan senang hati menerima Terawan jika ingin kembali menjadi anggota. Meski demikian, kata dia, Terawan harus tetap mejalani proses keanggotaan.
"Tentunya nanti ada administrasi, ya seperti halnya yang lainnya juga," lanjutnya.
Terkait dengan polemik yang terjadi, Adib menyebut seluruh anggota IDI perlu diperingatkan jika didapati melanggar kode etik. Hal itu harus dilihat sebagai suatu nasihat antaranggota.
"Artinya IDI ini adalah rumah besar seluruh dokter di Indonesia. Di dalam satu rumah itu kita seperti keluarga. Kalau ada hal-hal yang itu memang itu salah, pasti kita akan saling untuk kemudian memberikan koordinasi. Memberikan sebuah peringatan-peringatan," ungkapnya.
Lihat Juga :